Cinta itu sama seperti orang yang sedang menunggu bis
Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
"Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh."
Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".
Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu,
kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.
Ketika bis kelima datang,
kamu sudah tak sabar,
kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.
Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.
Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.
Dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah :
Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.
Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon'.
Tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat, tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu.
Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu? :-)
Rabu, 08 Juni 2011
Jika Tuhan Membawa Engkau Kepada Cinta...
Ce : Mengapa kamu menyukai saya?
Co : Saya tidak dapat menjelaskan alasannya. Tetapi saya sungguh menyukai engkau
Ce : Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya bagaimana kamu dapat berkata menyukai saya? Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?
Co : Saya sungguh tidak tahu alasannya, tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.
Ce : Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya. Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!
Co : Ok ok!!!
Hmm karena kamu cantik,
Karena suaramu enak didengar,
Karena kamu penuh perhatian,
Karena kamu mengasihi,
Karena kamu bijaksana,
Karena senyummu,
Karena setiap gerakanmu
Sayangnya, beberapa hari kemudian, sang cewek mengalami kecelakaan dan mengalami koma. Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya, dan isinya sebagai berikut:
Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu. Sekarang dapatkah kamu berbicara? Tidak!
Oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.
Karena kamu penuh perhatian dan peduli maka saya menyukaimu? Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu
Karena senyummu, karena setiap gerakanmu maka saya mencintaimu. Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak? Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu..
Jika cinta memerlukan alasan, maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai engkau lagi. Apakah cinta memerlukan alasan? TIDAK!
Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu dan cinta tidak memerlukan alasan ketika mencintai seseorang.
Jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kamu lakukan
Menyesallah terhadap apa yang tidak pernah kamu tidak lakukan.
Jika Tuhan membawa engkau kepada cinta..
Dia akan memampukan engkau untuk bisa mengatasinya.
Co : Saya tidak dapat menjelaskan alasannya. Tetapi saya sungguh menyukai engkau
Ce : Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya bagaimana kamu dapat berkata menyukai saya? Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?
Co : Saya sungguh tidak tahu alasannya, tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.
Ce : Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya. Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!
Co : Ok ok!!!
Hmm karena kamu cantik,
Karena suaramu enak didengar,
Karena kamu penuh perhatian,
Karena kamu mengasihi,
Karena kamu bijaksana,
Karena senyummu,
Karena setiap gerakanmu
Sayangnya, beberapa hari kemudian, sang cewek mengalami kecelakaan dan mengalami koma. Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya, dan isinya sebagai berikut:
Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu. Sekarang dapatkah kamu berbicara? Tidak!
Oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.
Karena kamu penuh perhatian dan peduli maka saya menyukaimu? Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu
Karena senyummu, karena setiap gerakanmu maka saya mencintaimu. Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak? Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu..
Jika cinta memerlukan alasan, maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai engkau lagi. Apakah cinta memerlukan alasan? TIDAK!
Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu dan cinta tidak memerlukan alasan ketika mencintai seseorang.
Jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kamu lakukan
Menyesallah terhadap apa yang tidak pernah kamu tidak lakukan.
Jika Tuhan membawa engkau kepada cinta..
Dia akan memampukan engkau untuk bisa mengatasinya.
Senin, 30 Mei 2011
Hidup itu adalah...
Hidup itu untuk berbagi
Hidup itu untuk memberi
Hidup itu untuk saling membantu
Pun hidup itu untuk saling menyayangi
Hidup itu bukan pilihan, karena kita lahir tanpa diminta
Hidup itu bukan kehendak, karena ia ada tanpa diharap
Tapi dalam hidup ada pilihan
Dalam hidup ada kehendak dan harapan
Dalam hidup harus ada tujuan, pun
Dalam hidup harus ada cita - cita
Kehendak dan harapan membuat kita bisa bertahan hidup
Tujuan dan cita - cita membuat hidup jadi bergairah dan semangat
Berhasil meraih harapan, tujuan serta cita - cita membuat hidup jadi bermakna
Hidup untuk memberi makna adalah tujuan penciptaan dari sang Khaliq
Hidup yang bermakna adalah, ketika engkau dapat memberikan manfaat bagi dirimu, orang lain serta lingkunganmu
Hidup yang bermakna adalah engkau hidup dalam naungan iman
Hidup yang bermakna adalah engkau hidup dengan tubuh, jiwa serta lingkungan yang sehat
Hidup yang bermakna adalah enkau bisa memberi, engkau bisa membantu, engkau bisa diharapkan
Hidup yang bermakna adalah engkau tidak menjadi sumber kejahatan bagi dirimu, orang lain dan lingkunganmu
Hidup yang bermakna adalah ketika engkau bisa menjauhi kejahatan, keburukan, serta kesia-siaan
Hidup yang bermakna adalah ketika orang lain aman dari kejahatan dan keburukanmu
Hidup yang bermakna adalah engkau tidak melanggar aturan agamamu dan negaramu
Hidup yang bermakna membawamu kepada ketenangan, ketentraman dan kebahagian
Hidup yang bermakna memberimu senyuman dan kekuatan
Hidup yang bermakna membawamu BERMAKNA BAGI ORANG LAIN DAN LINGKUNGAN....
Hidup itu untuk memberi
Hidup itu untuk saling membantu
Pun hidup itu untuk saling menyayangi
Hidup itu bukan pilihan, karena kita lahir tanpa diminta
Hidup itu bukan kehendak, karena ia ada tanpa diharap
Tapi dalam hidup ada pilihan
Dalam hidup ada kehendak dan harapan
Dalam hidup harus ada tujuan, pun
Dalam hidup harus ada cita - cita
Kehendak dan harapan membuat kita bisa bertahan hidup
Tujuan dan cita - cita membuat hidup jadi bergairah dan semangat
Berhasil meraih harapan, tujuan serta cita - cita membuat hidup jadi bermakna
Hidup untuk memberi makna adalah tujuan penciptaan dari sang Khaliq
Hidup yang bermakna adalah, ketika engkau dapat memberikan manfaat bagi dirimu, orang lain serta lingkunganmu
Hidup yang bermakna adalah engkau hidup dalam naungan iman
Hidup yang bermakna adalah engkau hidup dengan tubuh, jiwa serta lingkungan yang sehat
Hidup yang bermakna adalah enkau bisa memberi, engkau bisa membantu, engkau bisa diharapkan
Hidup yang bermakna adalah engkau tidak menjadi sumber kejahatan bagi dirimu, orang lain dan lingkunganmu
Hidup yang bermakna adalah ketika engkau bisa menjauhi kejahatan, keburukan, serta kesia-siaan
Hidup yang bermakna adalah ketika orang lain aman dari kejahatan dan keburukanmu
Hidup yang bermakna adalah engkau tidak melanggar aturan agamamu dan negaramu
Hidup yang bermakna membawamu kepada ketenangan, ketentraman dan kebahagian
Hidup yang bermakna memberimu senyuman dan kekuatan
Hidup yang bermakna membawamu BERMAKNA BAGI ORANG LAIN DAN LINGKUNGAN....
Akal Dan Hati
Hari ini, kita berada di penghujung bulan Juli 2011. Berarti bulan segera akan berganti lagi seiring dengan bergantinya hari. Bagi sebagian orang, pergantian bulan mungkin akan dianggap biasa-biasa saja, dan memang sebenarnya biasa-biasa saja, tidak ada yang terlalu istimewa. karena hari akan berganti dengan hari berikutnya, bulan akan berganti dengan bulan berikutnya begitu pula tahun akan berganti dengan tahun berikutnya. Semuanya berjalan tanpa dapat dikendalikan oleh manusia, karena alam dan seluruh aspek tata surya yang ada di dalamnya berada dalam kehendak Allah, Tuhan sang pencipta.
Seyogyanya, pergantian hari demi hari, menyadarkan kita manusia bahwa hidup kita pun akan seperti itu juga. Hidup akan berjalan seperti berjalannya waktu. Pergantian mana, rasa-rasanya terjadi dengan begitu cepatnya. hari ini yang masih bayi, eh! besok-besok sudah menjadi anak kecil yang lucu, yang anak-anak, eh, sudah jadi remaja, yang hari ini remaja, eh! tak terasa sudah menjadi dewasa. Pun yang hari ini dewasa, eh! tanpa terasa sudah menjadi lansia (tua). Semuanya berjalan dengan begitu cepatnya.
Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang memiliki perbedaan yang sangat jauh dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain. Allah misalnya menciptakan binatang tanpa menuntut adanya pertanggungjawaban jika kelak ia dipanggil kembali menghadapnya. Namun, manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang dipundaknya menggantung sebuah tugas suci yaitu 'Manusia sebagai Khalifah (pemimpin) di atas bumi.
Tugas keKhalifaan manusia adalah tugas dan tanggungjawab pribadi yang pertanggungjawabannya tidak dapat dipikulkan ke orang lain. Tugas keKhalifaan menghendaki manusia menjadi mahluk yang berfungsi sebagai 'Rahmatan Lil Alamin', menjadi rahmat bagi alam semesta (manusia dan segala isinya).
Dalam menjalankan amanah Khalifaan sebagai rahmatan Lil Alamin, Allah membekali manusia dengan akal (ilmu) dan hati (nafsu). Dibandingkan dengan mahluk ciptaan yang lain, maka penciptaan manusia adalah penciptaan yang paling sempurna. Manusia diciptakan dilengkapi dengan akal, yang dengannya itu manusia dapat menerima berbagai macam ilmu sehingga dapat membedakan antara yang baik dan buruk, yang haq dan yang bathil. Binatang diciptakan tanpa akal, padanya hanya dibekali dengan hati (nafsu) sehingga binatang tidak dapat membedakan yang baik dan buruk. Yang dengannya itu pula Allah menempatkan binatang sebagai mahluk yang tunduk kepada manusia. Sementara Malaikat, ia adalah mahluk ciptaan Allah yang padanya hanya dilengkapi dengan hati tetapi tidak memiliki akal, sehingga jadilah Malaikat sebagai mahluk yang sangat taat kepada Allah.
Manusia bisa menjadi mahluk yang lebih mulia dari Malaikat jika ia menggunakan akal dan hatinya menurut jalan yang dikendaki oleh Allah. Pun manusia bisa menjadi mahluk yang paling rendah dan hina dari binatang, jika ia tidak dapat menggunakan akal dan hatinya sebagaimana yang diharapkan oleh Allah.
Manusia menjadi mahluk yang lebih mulia dari Malaikat jika, hatinya berisi dengan iman dan ketaqwaan serta akalnya berisi dengan ilmu yang dengannya itu ia pergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di sisi lain, manusia bisa menjadi lebih hina dari binatang, jika hatinya hanya dipenuhi dengan syahwat dan keangkaramurkaan serta akalnya tidak dipergunakan dengan ilmu yang membawanya kepada jalan Allah. Karena banyak juga orang yang akalnya terisi dengan begitu banyak ilmu dan pengetahuan, tetapi ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya justru semakin menjauhkannya dari Allah. Orang yang mempergunakan akal dan ilmunya untuk membodohi orang lain, ilmu dan pengetahuannya membuat ia dapat dengan seenaknya mempermainkan dan 'mengakali' serta melanggar peraturan yang ada.
Senin, 16 Mei 2011
Raja Babylon dan Fokusnya
Seribu tahun sebelum masehi, raja babylon menangkap hidup - hidup seorang raja dari negara jajahannya yang terkenal sebagai raja yang sangat bijaksana. Saking irinya, raja babylon mempermainkan raja tanah jajahan tersebut dengan menelanjanginya dihadapan rakyatnya yang juga ditangkap sebagai Budak.
Rakyat jajahan yang ditangkap sebagai budak, dibagi menjadi 2 Kelompok, yaitu kelompok sisi kiri yang berisikan orang-orang yang MEMBENCI sang raja, dan kelompok kanan yang berisikan orang-orang yang SANGAT MENCINTAI sang raja. Lalu raja babylon memerintahkan sang raja tanah jajahan yang terlanjang tersebut untuk berjalan ditengah kedua kelompok tersebut sambil membawa guci besar berisi dengan air panas dikepalanya sejauh 500 Meter. Jika dalam jarak 500 meter tersebut sang raja tanah jajahan menumpahkan setetes air, maka ia bersama rakyatnya akan lansung dibunuh ditempat. Jika ia SUKSES berjalan sejauh 500 meter TANPA menumpahkan air, ia beserta rakyatnya akan DIBEBASKAN.
Kelompok sisi kiri lalu meneriakan sumpah serapah kepada sang raja tanah jajahan karena mereka membenci nya. Sedangkan kelompok sisi kanan meneriakan pujian dan semangat kepada sang raja untuk dapat terus berjalan hingga 500 meter tanpa harus menumpahkan setetes air pun. Akhirnya, dengan kaki gemetar, sang raja mulai berjalan ditengah-tengah teriakan kedua kelompok tersebut. Perlahan demi perlahan dia menuju 500 meter demi kebebasan dirinya dan rakyatnya.
100 Meter…
200 Meter…
300 Meter…
Hingga akhirnya dia sampai pada titik 500 meter tanpa menumpahkan setetes airpun. Raja BABYLON pun tertegun dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Lalu dia bertanya kepada sang raja tanah jajahan mengapa ia dapat membawa guci yang sangat berat disertai teriakan rakyatnya tanpa bergeming dan menumpahkan setetes airpun. Raja tanah jajahan pun berkata, "Jika saya mendengarkan orang-orang yang MENGHINA saya, maka SEDIKIT SAJA saya menghela nafas kemarahan, maka TANGAN SAYA akan BERGEMING dan membuat air pada guci dikepala saya TUMPAH". "Jika saya mendengarkan orang-orang yang MEMUJI saya dan saya langsung BESAR KEPALA, maka saya akan MENJADI AROGAN dan MENERIAKAN SEMUA yang mendukung saya UNTUK BERONTAK dan tentu saja akan MATI SIA - SIA karena jumlah mereka TIDAKLAH SEBANYAK dari pasukan babylon saat itu". "Oleh karena itu, APAPUN TERIAKAN ORANG yang saya dengar, saya TETAP FOKUS kepada TUJUAN saya untuk terus berjalan sejauh 500 meter DEMI KEBEBASAN".
Cerita tersebut tentu memberikan PELAJARAN BERHARGA kepada kita bukan?
Banyak orang TERLALU CEPAT TERBAWA EMOSI NEGATIF saat mereka menghadapi hinaan dan cacian yang pada dasarnya hanyalah omong kosong. Begitu pula banyak orang LANGSUNG pasang dada dan BERSIKAP selayaknya JAGOAN begitu mendapat pujian yang tentu saja HANYA mempermalukan diri mereka sendiri.
Selayaknya, kita harus mampu MENGIMBANGI respon yang kita berikan kepada orang-orang yang MENGANGKAT maupun yang MENJATUHKAN kita. Dan sudah SELAYAKNYA kita TETAP FOKUS kepada TUJUAN kita APAPUN yang dikatakan orang lain terhadap kita.
Selalu Ada Waktu
Ambillah waktu untuk berpikir, karena itu adalah sumber kekuatan...
Ambillah waktu untuk berdoa, karena itu adalah sumber ketenangan...
Ambillah waktu untuk belajar, karena itu adalah sumber kebijaksanaan...
Ambillah waktu untuk bekerja, karena itu adalah sumber kehidupan...
Ambillah waktu untuk berdoa, karena itu adalah sumber ketenangan...
Ambillah waktu untuk belajar, karena itu adalah sumber kebijaksanaan...
Ambillah waktu untuk bekerja, karena itu adalah sumber kehidupan...
Selasa, 05 April 2011
Kisah Seorang Buruh Bangunan
Ada seorang buruh bangunan yang terkenal karena keuletan, ketekunan serta keahliannya dalam membuat rumah yang indah dan kokoh. Pada suatu hari ia dipanggil oleh seorang kaya untuk bekerja di tempatnya dan membuat rumah sesuai dengan keinginannya. Ia pun bekerja dengan penuh semangat dan dengan segenap jiwanya. Rumah sang majikan pun selesai dan ia sangat puas dengan pekerjaan buruh tersebut. Waktu pun berlalu, telah banyak rumah yang telah diselesaikan oleh buruh ini dengan hasil yang sangat memuaskan.
Hingga pada suatu hari, sang buruh ini dihinggapi perasaan jenuh. Ia lelah dan ingin berhenti daari pekerjaannya sebagai buruh bangunan. Ia merasa dirinya telah tua dan ingin beristirahat dari pekerjaannya. Hingga ia pun mengutarakan keinginannya tersebut kepada majikannya. Oleh sang majikan, buruh ini dilarang berhenti dengan alasan sangat sulit untuk mencari buruh sehebat dia. Namun, buruh ini tetap ngotot untuk berhenti bekerja. Sang majikan pun tidak dapat berbuat apa - apa. Ia pun mengisinkan buruh tersebut untuk berhenti dengan satu catatan, majikan ini mohon untuk dibuatkan satu lagi rumah untuk terakhir kalinya. Sang buruh pun menyanggupi permintaan majikannya.
Rumah yang diminta oleh majikan pun mulai dikerjakan, namun tidak seperti biasanya, buruh ini bekerja tanpa semangat yang biasanya ia perlihatkan. Sentuhan - sentuhan tangan kreatifnya pun tidak nampak. Setelah beberapa lamanya, rumah pun telah selesai dikerjakan. Karena merasa tugasnya untuk membuat satu rumah telah selesai, sang buruh pamitan kepada majikannya. namun sebelum ia pergi, sang majikan kemudian berkeliling melihat rumah yang telah selesai dikerjakan. Sang majikan terlihat tersenyum dan kemudian memberikan kunci rumah tersebut kepada sang buruh. Buruh ini pun kaget, namun dengan serta merta sang majikan berkata kalau rumah yang baru saja selesai dikerjakannya ini bukanlah untuk dirinya, tetapi rumah tersebut akan diberikan kepada sang buruh. Mengetahui hal tersebut, betapa menyesalnya sang buruh, ia baru tersadar kalau ternyata rumah yang ia kerjakan dengan asal -asalan ini akan dihadiahkan kepadanya.
Dari cerita ini tersebut kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwa apapun yang kita kerjakan hendaknya dilakukan dengan sepenuh hati, totalitas serta mengerahkan segala kemampuan terbaik yang dimiliki. Karena setiap pekerjaan yang dilakukan hasilnya pasti akan kembali kepada diri sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)