Tampilkan postingan dengan label Cerita Bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Bijak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2011

Delapan Kado Terindah

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita juga bisa hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadilah kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan anda dalam keadaan betul-betul rileks dan bisa menangkap utuh apa yang bisa disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan manispun akan terdengar manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang
karena memberinya ”ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah ”Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertangung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, andapun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba
hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi anda. Ingat-ingat pula, pernahkah anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila anda memikirkan hal ini, berarti anda siap memberikan kado ”kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?

Love = Waiting 4 A Bus....

Cinta itu sama seperti orang yang sedang menunggu bis

Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
"Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh."

Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".
Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu,
kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.

Ketika bis kelima datang,
kamu sudah tak sabar,
kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.
Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.
Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

 Dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah :

Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.
Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon'.

Tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat, tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu.



Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu? :-)

Minggu, 13 Februari 2011

Pasangan Pilihan Tuhan

Suatu malam seorang anak muda berdoa kepada Tuhan, " Tuhan, berikanlah aku jodoh dan pasangan yang baik hati, jujur, lemah lembut, mudah mengampuni, hangat, pintar, penuh pengertian, ramah dan humoris". Doa mana setiap saat selalu dipanjatkan oleh anak muda tersebut. Hingga pada suatu malam di saat ia berdoa dalam hatinya, ia mendengar suara Tuhan, " Anak muda, saya tidak dapat mengabulkan permintaanmu ", "kenapa Tuhan", tanya anak muda tersebut. Tuhan menjawab, " Aku ini Tuhan, yang maha adil dan akan selalu berlaku adil, dan Aku adalah kebenaran dan segala yang Ku lakukan adalah benar ". Anak muda ini kemudian berkata, " Tuhan, aku ini belum mengerti mengapa Engkau tidak dapat mengabulkan permintaanku". Tuhan menjawab, " Anak muda, Aku akan jelaskan kepadamu, adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran apabila Aku memberikan sesuatu yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan engkau". Tidaklah adil bagiku untuk memberikan kepadamu pasangan yang jujur sementara engkau sendiri belum dapat berkata jujur, atau pasangan yang lemah lembut sementara engkau sendiri masih sering berlaku kasar, juga tidaklah adil bagiku memberikan pasangan yang mudah mengampuni, sementara engkau sendiri masih diliputi oleh dendam, dengki dan iri hati. Pun bukanlah keadilan dan kebenaran bagiku, untuk memberimu pasangan yang ramah dan penuh pengertian, sementara engkau sendiri masih sering berlaku kasar dan egois ". 

" Anak muda ", kata Tuhan, " Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu pasangan yang akan membuatmu menemukan kualitas yang engkau cari, daripada Aku memberikan kepadamu pasangan yang sudah memiliki semuanya itu ". Aku akan memberimu pasangan dari tulangmu dan dagingmu sendiri, sehingga dengannya engkau akan melihat dirimu sendiri dalam dirinya, sehingga kalian berdua akan menjadi satu.

Hikmah dari cerita ini adalah bahwa manusia diciptakan berpasangan agar dapat saling memahami dan menyesuaikan diri dan saling menyenangkan satu sama lain. Tuhan memberikan sesuatu kepada kita sesuai dengan maqam (tingkatan kita di hadapan Tuhan) dan derajat kita.