Tampilkan postingan dengan label Cerita Menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Menarik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2011

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

Kulitnya kehitaman. Wajahnya jauh dari cantik. Usianya tak bisa lagi dibilang muda. Waktu pertama kali masuk ke rumah perempuan itu, hampir saja ia percaya ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu apapun risikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari perempuan idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku.
Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan ketidakrupawanan wajah dalam kesadaranku. Yang kurasakan adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta, ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata...

Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan. Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati adalah memberi tanpa henti. 
 
Hubungan bisa bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu. Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.

Jika Tuhan Membawa Engkau Kepada Cinta...

Ce : Mengapa kamu menyukai saya?

Co : Saya tidak dapat menjelaskan alasannya. Tetapi saya sungguh menyukai engkau

Ce : Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya bagaimana kamu dapat berkata menyukai saya? Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?

Co : Saya sungguh tidak tahu alasannya, tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.

Ce : Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya. Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!

Co : Ok ok!!!

Hmm karena kamu cantik,
Karena suaramu enak didengar,
Karena kamu penuh perhatian,
Karena kamu mengasihi,
Karena kamu bijaksana,
Karena senyummu,
Karena setiap gerakanmu

Sayangnya, beberapa hari kemudian, sang cewek mengalami kecelakaan dan mengalami koma. Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya, dan isinya sebagai berikut:

Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu. Sekarang dapatkah kamu berbicara? Tidak!
Oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena kamu penuh perhatian dan peduli maka saya menyukaimu? Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu

Karena senyummu, karena setiap gerakanmu maka saya mencintaimu. Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak? Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu..

Jika cinta memerlukan alasan, maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai engkau lagi. Apakah cinta memerlukan alasan? TIDAK!

Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu dan cinta tidak memerlukan alasan ketika mencintai seseorang.

Jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kamu lakukan
Menyesallah terhadap apa yang tidak pernah kamu tidak lakukan.
Jika Tuhan membawa engkau kepada cinta..
Dia akan memampukan engkau untuk bisa mengatasinya.

Senin, 16 Mei 2011

Raja Babylon dan Fokusnya

Seribu tahun sebelum masehi, raja babylon menangkap hidup - hidup seorang raja dari negara jajahannya yang terkenal sebagai raja yang sangat bijaksana. Saking irinya, raja babylon mempermainkan raja tanah jajahan tersebut dengan menelanjanginya dihadapan rakyatnya yang juga ditangkap sebagai Budak.

Rakyat jajahan yang ditangkap sebagai budak, dibagi menjadi 2 Kelompok, yaitu kelompok sisi kiri yang berisikan orang-orang yang MEMBENCI sang raja, dan kelompok kanan yang berisikan orang-orang yang SANGAT MENCINTAI sang raja. Lalu raja babylon memerintahkan sang raja tanah jajahan yang terlanjang tersebut untuk berjalan ditengah kedua kelompok tersebut sambil membawa guci besar berisi dengan air panas dikepalanya sejauh 500 Meter. Jika dalam jarak 500 meter tersebut sang raja tanah jajahan menumpahkan setetes air, maka ia bersama rakyatnya akan lansung dibunuh ditempat. Jika ia SUKSES berjalan sejauh 500 meter TANPA menumpahkan air, ia beserta rakyatnya akan DIBEBASKAN.

Kelompok sisi kiri lalu meneriakan sumpah serapah kepada sang raja tanah jajahan karena mereka membenci nya. Sedangkan kelompok sisi kanan meneriakan pujian dan semangat kepada sang raja untuk dapat terus berjalan hingga 500 meter tanpa harus menumpahkan setetes air pun. Akhirnya, dengan kaki gemetar, sang raja mulai berjalan ditengah-tengah teriakan kedua kelompok tersebut. Perlahan demi perlahan dia menuju 500 meter demi kebebasan dirinya dan rakyatnya.
100 Meter…
200 Meter…
300 Meter…
Hingga akhirnya dia sampai pada titik 500 meter tanpa menumpahkan setetes airpun. Raja BABYLON pun tertegun dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Lalu dia bertanya kepada sang raja tanah jajahan mengapa ia dapat membawa guci yang sangat berat disertai teriakan rakyatnya tanpa bergeming dan  menumpahkan setetes airpun. Raja tanah jajahan pun berkata, "Jika saya mendengarkan orang-orang yang MENGHINA saya, maka SEDIKIT SAJA saya menghela nafas kemarahan, maka TANGAN SAYA akan BERGEMING dan membuat air pada guci dikepala saya TUMPAH". "Jika saya mendengarkan orang-orang yang MEMUJI saya dan saya langsung BESAR KEPALA, maka saya akan MENJADI AROGAN dan MENERIAKAN SEMUA yang mendukung saya UNTUK BERONTAK dan tentu saja akan MATI SIA  - SIA karena jumlah mereka TIDAKLAH SEBANYAK dari pasukan babylon saat itu". "Oleh karena itu, APAPUN TERIAKAN ORANG yang saya dengar, saya TETAP FOKUS kepada TUJUAN saya untuk terus berjalan sejauh 500 meter DEMI KEBEBASAN".

Cerita tersebut tentu memberikan PELAJARAN BERHARGA kepada kita bukan?
Banyak orang TERLALU CEPAT TERBAWA EMOSI NEGATIF saat mereka menghadapi hinaan dan cacian yang pada dasarnya hanyalah omong kosong. Begitu pula banyak orang LANGSUNG pasang dada dan BERSIKAP selayaknya JAGOAN begitu mendapat pujian yang tentu saja HANYA mempermalukan diri mereka sendiri.

Selayaknya, kita harus mampu MENGIMBANGI respon yang kita berikan kepada orang-orang yang MENGANGKAT maupun yang MENJATUHKAN kita. Dan sudah SELAYAKNYA kita TETAP FOKUS kepada TUJUAN kita APAPUN yang dikatakan orang lain terhadap kita.

Selasa, 05 April 2011

Kisah Seorang Buruh Bangunan

Ada seorang buruh bangunan yang terkenal karena keuletan, ketekunan serta keahliannya dalam membuat rumah yang indah dan kokoh. Pada suatu hari ia dipanggil oleh seorang kaya untuk bekerja di tempatnya dan membuat rumah sesuai dengan keinginannya. Ia pun bekerja dengan penuh semangat dan dengan segenap jiwanya. Rumah sang majikan pun selesai dan ia sangat puas dengan pekerjaan buruh tersebut. Waktu pun berlalu, telah banyak rumah yang telah diselesaikan oleh buruh ini dengan hasil yang sangat memuaskan.

Hingga pada suatu hari, sang buruh ini dihinggapi perasaan jenuh. Ia lelah dan ingin berhenti daari pekerjaannya sebagai buruh bangunan. Ia merasa dirinya telah tua dan ingin beristirahat dari pekerjaannya. Hingga ia pun mengutarakan keinginannya tersebut kepada majikannya. Oleh sang majikan, buruh ini dilarang berhenti dengan alasan sangat sulit untuk mencari buruh sehebat dia. Namun, buruh ini tetap ngotot untuk berhenti bekerja. Sang majikan pun tidak dapat berbuat apa - apa. Ia pun mengisinkan buruh tersebut untuk berhenti dengan satu catatan, majikan ini mohon untuk dibuatkan satu lagi rumah untuk terakhir kalinya. Sang buruh pun menyanggupi permintaan majikannya.

Rumah yang diminta oleh majikan pun mulai dikerjakan, namun tidak  seperti biasanya, buruh ini bekerja tanpa semangat yang biasanya ia perlihatkan. Sentuhan - sentuhan tangan kreatifnya pun tidak nampak. Setelah beberapa lamanya, rumah pun telah selesai dikerjakan. Karena merasa tugasnya untuk membuat satu rumah telah selesai, sang buruh pamitan kepada majikannya. namun sebelum ia pergi, sang majikan kemudian berkeliling melihat rumah yang telah selesai dikerjakan. Sang majikan terlihat tersenyum dan kemudian memberikan kunci rumah tersebut kepada sang buruh. Buruh ini pun kaget, namun dengan serta merta sang majikan berkata kalau rumah yang baru saja selesai dikerjakannya ini bukanlah untuk dirinya, tetapi rumah tersebut akan diberikan kepada sang buruh. Mengetahui hal tersebut, betapa menyesalnya sang buruh, ia baru tersadar kalau ternyata rumah yang ia kerjakan dengan asal -asalan ini akan dihadiahkan kepadanya.

Dari cerita ini tersebut kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwa apapun yang kita kerjakan hendaknya dilakukan dengan sepenuh hati, totalitas serta mengerahkan segala kemampuan terbaik yang dimiliki. Karena setiap pekerjaan yang dilakukan hasilnya pasti akan kembali kepada diri sendiri.

Rabu, 16 Februari 2011

Air Mata Kehidupan

Seorang anak pernah bertanya kepada ibunya, "Ibu, kenapa ibu menangis?", sang ibu menjawab, "Karena ibu adalah wanita anakku". Sang anak pun berlalu tanpa mengerti apa maksud perkataan ibunya. Karena tidak puas dengan jawaban sang ibu, anak ini pun bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa ibu menangis?" Ayahnya menjawab, "Wanita memang suka menangis anakku". Lagi - lagi sang anak tidak puas dengan jawaban dari ayahnya.

Hingga pada suatu malam, dalam tidurnya sang anak bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. Tuhan, "Mengapa wanita mudah sekali menangis?". Dalam mimpi sang anak, Tuhan menjawab, "Wanita kuciptakan sebagai mahkluk yang sangat utama, ia kuciptakan dari tulang rusuk agar dapat menahan beban dunia dan seluruh isinya, dengan itu pula ia dapat menahan kepala bayi yang sedang tertidur dalam pangkuannya".
"Pada wanita juga kuberikan rahim dan kekuatan untuk melahirkan, walau sering kali ia menerima cacian dan cercaan dari anaknya sendiri". "Pada wanita kuberikan ia kesabaran untuk merawat dan mengasuh keluarganya, walau ia terkadang tersakiti". Tuhan kembali melanjutkan "Kuberikan pula pada wanita perasaan yang peka dan kasih sayang, untuk mencintai suaminya dan anaknya dalam situasi dan kondisi apapun serta sampai kapanpun, walau ia sendiri sering dilupakan dan disakiti oleh anaknya". "Pada wanita pula kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan penyadaran dan pengertian kepada suaminya, bahwa suami yang baik itu adalah suami yang tidak melukai hati istrinya".

"Dan pada akhirnya, pada wanita telah kuberikan ia dengan air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah pemberianku yang khusus kepada wanita agar dapat digunakan kapanpun. Hanya ini pulalah kelemahan yang dimiliki wanita, walau sebenarnya air mata yang dikeluarkannya adalah air mata kehidupan".

Anak ini pun terbangun dari mimpinya, tanpa sadar air matanya telah berurai, sang anak pun teringat akan kebaikan dan kasih sayang yang telah diberikan oleh ibunya, namun sampai sekarang ia menyadari ,bahwa ia belum sempat mengucapkan terima kasih secara sungguh - sungguh kepada sang ibu.

Semoga cerita ini bisa memberikan penyadaran kepada kita, bahwa ibu adalah bukti nyata akan adanya kasih sayang seorang wanita yang tak pernah hilang sampai kapan pun, di mana pun dan dalam keadaan apapun. Ibu adalah "Air Kehidupan" kita.