Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2011

Filosofi Hidup Lebah

Suatu ketika ada seorang kakek tengah berjalan di tengah hutan, karena keletihan sang kakek kemudian berhenti di bawah sebuah pohon besar. Dari kejauhan ia mendengar sebuah teriakan meminta tolong, sang kakek tenang dan mencoba memperjelas arah suara teriakan tersebut. Ternyata suara itu berasal dari pinggir sungai yang berada beberapa meter di sebelah kanannya. Sang kakek pun bergegas, sesampainya di pinggir sungai, ia mendapati seorang anak muda yang tengah ketakutan karena di dekatnya seekor induk lebah tengah bersiap untuk menyerang anak muda tersebut. Sang kakek bertanya "Anak muda, mengapa kamu ketakutan seperti itu?", "Lihat di sana kek, induk lebah itu hendak menyerangku", kata anak muda. "Hai induk lebah, kenapa kamu mau menyerang anak muda ini, apa yang telah ia perbuat kepadamu?", tanya sang kakek kepada induk lebah. "Kakek, anak muda ini telah mengganggu saya dan anak - anak saya, ia hendak merusak sarang saya, padahal sarang ini akan saya gunakan untuk bertelur". "Jadi wajar kalau saya menyerangnya", jawab induk lebah.

Mendengar jawaban induk lebah, sang kakek sejenak terdiam, kemudian berkata kepada anak muda tersebut, "Anak muda, mengapa kamu ingin merusak sarang lebah ini? sedangkan dia sendiri tidak mengganggu kamu?". Anak muda tersebut terdiam dan tidak dapat berkata mendengar pertanyaan dari sang kakek.

Hingga akhirnya, karena bantuan dari sang kakek dan kebijaksanaan dari induk lebah, maka anak muda ini pun selamat dan pergi meninggalkan tempat tersebut.

Hikmah dari cerita ini adalah,
- Terkadang kita manusia sering usil dan ingin mengganggu orang lain padahal orang tersebut tidak berbuat kesalahan apa - apa terhadap kita.

- Dalam diri lebah ada filosofi yang dapat kita jadikan sebagai pegangan hidup yaitu,
  - Lebah tidak pernah menyerang seseorang jika orang itu tidak mengganggu dia.
  - Sumber makanan lebah selalu dari hal yang baik - baik, yakni saripati bunga.
  - Lebah hanya tahu menghasilkan madu, bukan yang lain.

Artinya adalah... dalam hidup manusia harus bersikap toleran kepada sesama, manusia harus memperhatikan sumber makanannya dan senantiasa berusaha agar hidupnya dapat memberikan manfaat kepada sesama.







 
















Kamis, 07 Juli 2011

Persahabatan Bagai Kepompong

Teringat pada sebuah lagu yang cukup terkenal, 'persabatan bagai kepompong', tak semudah untuk menjadi indah, persahabatan adalah memaklumi teman dalam perbedaan.

Persahabatan begitu indah bila kita memiliki kekuatan dan kesabaran untuk menjaganya. Jalinan persahabatan memberikan kekuatan untuk saling menguatkan dalam mengarungi bahtera dan pahit getirnya kehidupan. Secercah cahaya yang ditimbulkan darinya mampu memberikan kekuatan bagi siapapun, sebaliknya retaknya jalinan persahabatan akan meruntuhkan setumpuk harapan dan kenangan - kenangan manis masa lalu.

Mohonlah kepada Tuhan agar engkau memiliki kekuatan dan kesabaran yang besar agar engkau mampu menjaga jalinan persahabatanmu.

Persahabatan yang langgeng akan tercipta bila dilandasi dengan cinta dan kasih sayang yang tulus murni. Cinta yang hakiki bukan dinilai melalui pujian dan sanjungan, cinta yang hakiki dilalui dengan ujian dan berbagai peristiwa yang menyakitkan yang membuat hati terluka dan menderita. Melalui ujian itulah, Allah membentuk dan melatih kita, bukan pada seberapa besar dan dalamnya luka itu, tetapi pada seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang kita miliki untuk menjalani luka dan sakit itu. Kekuatan dan kesabaran yang dihiasi dengan kasih sayang itulah yang akan tetap menguatkan jalinan persahabatan hingga menjadi langgeng.

Sabtu, 02 Juli 2011

Arti Sebuah Kemenangan


Kemenangan itu bukan semata ketika kita berhasil mengalahkan lawan tangguh dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Pun bukanlah kemenangan sejati ketika kita berhasil mencapai semua impian kita dalam hidup dengan begitu mudah.

Kemenangan yang sejati adalah ketika kita berhasil bangkit dari sebuah keadaan terpuruk.  Kemenangan adalah ketika kita berhasil menghadapi sebuah cobaan dan tantangan dalam hidup. Kemenangan adalah ketika kita berhasil merubah  kegagalan menjadi sebuah keberhasilan.

Coba Anda renungkan ilustrasi berikut, kemenangan manakah yang Anda pilih?

Ilustrasi pertama,
Ada seorang anak SD (Sekolah Dasar), yang lahir dan tumbuh dari keluarga miskin. Karena kemiskinan keluarganya, sang anak pun harus rela ikut membantu ekonomi keluarga, mulai dari bercocok tanam di kebun di belakang rumah, membantu ibu berjualan keliling. Semua pekerjaan itu ia lakukan sebelum dan setelah pulang sekolah. Belum lagi kondisi alam yang keras, sehingga untuk sampai ke sekolah, sang anak harus naik perahu menyeberangi sungai besar, untuk kemudian berjalan kaki kiloan meter jauhnya untuk sampai di sekolahnya. Waktu belajar pun cuma bisa dilakukan di malam hari dalam kondisi yang sangat terbatas karena ketiadaan listrik. Hal ini dialami selama bertahun – tahun lamanya, namun sang anak tetap melaluinya dengan penuh ketegaran dan ketangguhan hatinya. Sampai akhirnya, sang anak dapat menamatkan sekolah dasarnya dengan hasil yang memuaskan, ranking satu lagi di sekolahnya.

Ilustrasi kedua
Ada seorang anak SD (Sekolah Dasar), ia lahir dan tumbuh di tengah – tengah keluarga yang serba berkecukupan. Ia tidak harus lagi memikirkan masalah ekonomi, segalanya tersedia dengan lengkap. Berangkat ke sekolah pun diantar jemput dengan mobil, waktu belajar tesedia cukup, belajarnya pun bisa dilakukan di ruangan yang nyaman, enak dan ber-AC. Sampai akhirnya sang anak pun menamatkan sekolahnya dengan hasil yang memuaskan atau bahkan ranking satu di sekolahnya.
Silahkan anda pilih, ilustasi mana yang menurut anda kemenangan atau kesuksesannya yang lebih berkesan. Anda tentu bisa menganalisanya :)


Senin, 30 Mei 2011

Hidup itu adalah...

Hidup itu untuk berbagi
Hidup itu untuk memberi
Hidup itu untuk saling membantu
Pun hidup itu untuk saling menyayangi

Hidup itu bukan pilihan, karena kita lahir tanpa diminta
Hidup itu bukan kehendak, karena ia ada tanpa diharap

Tapi dalam hidup ada pilihan
Dalam hidup ada kehendak dan harapan
Dalam hidup harus ada tujuan, pun
Dalam hidup harus ada cita - cita

Kehendak dan harapan membuat kita bisa bertahan hidup
Tujuan dan cita - cita membuat hidup jadi bergairah dan semangat
Berhasil meraih harapan, tujuan serta cita - cita membuat hidup jadi bermakna

Hidup untuk memberi makna adalah tujuan penciptaan dari sang Khaliq
Hidup yang bermakna adalah, ketika engkau dapat memberikan manfaat bagi dirimu, orang lain serta lingkunganmu
Hidup yang bermakna adalah engkau hidup dalam naungan iman
Hidup yang bermakna adalah engkau hidup dengan tubuh, jiwa serta lingkungan yang sehat
Hidup yang bermakna adalah enkau bisa memberi, engkau bisa membantu, engkau bisa diharapkan
Hidup yang bermakna adalah engkau tidak menjadi sumber kejahatan bagi dirimu, orang lain dan lingkunganmu
Hidup yang bermakna adalah ketika engkau bisa menjauhi kejahatan, keburukan, serta kesia-siaan
Hidup yang bermakna adalah ketika orang lain aman dari kejahatan dan keburukanmu
Hidup yang bermakna adalah engkau tidak melanggar aturan agamamu dan negaramu

Hidup yang bermakna membawamu kepada ketenangan, ketentraman dan kebahagian
Hidup yang bermakna memberimu senyuman dan kekuatan
Hidup yang bermakna membawamu BERMAKNA BAGI ORANG LAIN DAN LINGKUNGAN....

Akal Dan Hati

Hari ini, kita berada di penghujung bulan Juli 2011. Berarti bulan segera akan berganti lagi seiring dengan bergantinya hari. Bagi sebagian orang, pergantian bulan mungkin akan dianggap biasa-biasa saja, dan memang sebenarnya biasa-biasa saja, tidak ada yang terlalu istimewa. karena hari akan berganti dengan hari berikutnya, bulan akan berganti dengan bulan berikutnya begitu pula tahun akan berganti dengan tahun berikutnya. Semuanya berjalan tanpa dapat dikendalikan oleh manusia, karena alam dan seluruh aspek tata surya yang ada di dalamnya berada dalam kehendak Allah, Tuhan sang pencipta.

Seyogyanya, pergantian hari demi hari, menyadarkan kita manusia bahwa hidup kita pun akan seperti itu juga. Hidup akan berjalan seperti berjalannya waktu. Pergantian mana, rasa-rasanya terjadi dengan begitu cepatnya. hari ini yang masih bayi, eh! besok-besok sudah menjadi anak kecil yang lucu, yang anak-anak, eh, sudah jadi remaja, yang hari ini remaja, eh! tak terasa sudah menjadi dewasa. Pun yang hari ini dewasa, eh! tanpa terasa sudah menjadi lansia (tua). Semuanya berjalan dengan begitu cepatnya.

Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang memiliki perbedaan yang sangat jauh dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain. Allah misalnya menciptakan binatang tanpa menuntut adanya pertanggungjawaban jika kelak ia dipanggil kembali menghadapnya. Namun, manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang dipundaknya menggantung sebuah tugas suci yaitu 'Manusia sebagai Khalifah (pemimpin) di atas bumi.

Tugas keKhalifaan manusia adalah tugas dan tanggungjawab pribadi yang pertanggungjawabannya tidak dapat dipikulkan ke orang lain. Tugas keKhalifaan menghendaki manusia menjadi mahluk yang berfungsi sebagai 'Rahmatan Lil Alamin', menjadi rahmat bagi alam semesta (manusia dan segala isinya).

Dalam menjalankan amanah Khalifaan sebagai rahmatan Lil Alamin, Allah membekali manusia dengan akal (ilmu) dan hati (nafsu). Dibandingkan dengan mahluk ciptaan yang lain, maka penciptaan manusia adalah penciptaan yang paling sempurna. Manusia diciptakan dilengkapi dengan akal, yang dengannya itu manusia dapat menerima berbagai macam ilmu sehingga dapat membedakan antara yang baik dan buruk, yang haq dan yang bathil. Binatang diciptakan tanpa akal, padanya hanya dibekali dengan hati (nafsu) sehingga binatang tidak dapat membedakan yang baik dan buruk. Yang dengannya itu pula Allah menempatkan binatang sebagai mahluk yang tunduk kepada manusia. Sementara Malaikat, ia adalah mahluk ciptaan Allah yang padanya hanya dilengkapi dengan hati tetapi tidak memiliki akal, sehingga jadilah Malaikat sebagai mahluk yang sangat taat kepada Allah.

Manusia bisa menjadi mahluk yang lebih mulia dari Malaikat jika ia menggunakan akal dan hatinya menurut jalan yang dikendaki oleh Allah. Pun manusia bisa menjadi mahluk yang paling rendah dan hina dari binatang, jika ia tidak dapat menggunakan akal dan hatinya sebagaimana yang diharapkan oleh Allah.

Manusia menjadi mahluk yang lebih mulia dari Malaikat jika, hatinya berisi dengan iman dan ketaqwaan serta akalnya berisi dengan ilmu yang dengannya itu ia pergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di sisi lain, manusia bisa menjadi lebih hina dari binatang, jika hatinya hanya dipenuhi dengan syahwat dan keangkaramurkaan serta akalnya tidak dipergunakan dengan ilmu yang membawanya kepada jalan Allah. Karena banyak juga orang yang akalnya terisi dengan begitu banyak ilmu dan pengetahuan, tetapi ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya justru semakin menjauhkannya dari Allah. Orang yang mempergunakan akal dan ilmunya untuk membodohi orang lain, ilmu dan pengetahuannya membuat ia dapat dengan seenaknya mempermainkan dan 'mengakali' serta melanggar peraturan yang ada.



Selasa, 05 April 2011

Kisah Seorang Buruh Bangunan

Ada seorang buruh bangunan yang terkenal karena keuletan, ketekunan serta keahliannya dalam membuat rumah yang indah dan kokoh. Pada suatu hari ia dipanggil oleh seorang kaya untuk bekerja di tempatnya dan membuat rumah sesuai dengan keinginannya. Ia pun bekerja dengan penuh semangat dan dengan segenap jiwanya. Rumah sang majikan pun selesai dan ia sangat puas dengan pekerjaan buruh tersebut. Waktu pun berlalu, telah banyak rumah yang telah diselesaikan oleh buruh ini dengan hasil yang sangat memuaskan.

Hingga pada suatu hari, sang buruh ini dihinggapi perasaan jenuh. Ia lelah dan ingin berhenti daari pekerjaannya sebagai buruh bangunan. Ia merasa dirinya telah tua dan ingin beristirahat dari pekerjaannya. Hingga ia pun mengutarakan keinginannya tersebut kepada majikannya. Oleh sang majikan, buruh ini dilarang berhenti dengan alasan sangat sulit untuk mencari buruh sehebat dia. Namun, buruh ini tetap ngotot untuk berhenti bekerja. Sang majikan pun tidak dapat berbuat apa - apa. Ia pun mengisinkan buruh tersebut untuk berhenti dengan satu catatan, majikan ini mohon untuk dibuatkan satu lagi rumah untuk terakhir kalinya. Sang buruh pun menyanggupi permintaan majikannya.

Rumah yang diminta oleh majikan pun mulai dikerjakan, namun tidak  seperti biasanya, buruh ini bekerja tanpa semangat yang biasanya ia perlihatkan. Sentuhan - sentuhan tangan kreatifnya pun tidak nampak. Setelah beberapa lamanya, rumah pun telah selesai dikerjakan. Karena merasa tugasnya untuk membuat satu rumah telah selesai, sang buruh pamitan kepada majikannya. namun sebelum ia pergi, sang majikan kemudian berkeliling melihat rumah yang telah selesai dikerjakan. Sang majikan terlihat tersenyum dan kemudian memberikan kunci rumah tersebut kepada sang buruh. Buruh ini pun kaget, namun dengan serta merta sang majikan berkata kalau rumah yang baru saja selesai dikerjakannya ini bukanlah untuk dirinya, tetapi rumah tersebut akan diberikan kepada sang buruh. Mengetahui hal tersebut, betapa menyesalnya sang buruh, ia baru tersadar kalau ternyata rumah yang ia kerjakan dengan asal -asalan ini akan dihadiahkan kepadanya.

Dari cerita ini tersebut kita dapat mengambil suatu pelajaran bahwa apapun yang kita kerjakan hendaknya dilakukan dengan sepenuh hati, totalitas serta mengerahkan segala kemampuan terbaik yang dimiliki. Karena setiap pekerjaan yang dilakukan hasilnya pasti akan kembali kepada diri sendiri.

Kamis, 17 Maret 2011

Si Syukur dan Si Kufur

Ada sebuah cerita, pada suatu hari datanglah seorang pengemis yang sudah tua rentah ke rumah seorang kaya raya. Ketika sampai di depan pintu rumah, pengemis lalu mengetuk pintu dan memberi salam, ''Assalamu Alaikum', kata pengemis. Dari dalam rumah, orang kaya lalu memerintahkan pembantunya untuk melihat siapa tamu yang datang. Ketika melihat orang yang di depan pintu, sang pembantu kembali masuk dan menemui majikannya. "Tuan, ada pengemis di depan yang ingin bertemu tuan". Sang majikan pun keluar, "Siapa kamu? tanya orang kaya kepada pengemis ini. "Berilah saya sepiring nasi tuan, dari kemarin saya belum pernah makan", kata pengemis. "Saya tidak punya sepiring nasi", jawab orang kaya. "Kalau begitu, cukup segelas air putih tuan, saya sangat haus", "Saya juga tidak punya segelas air putih", jawab kembali orang kaya.

Dalam hati si pengemis berkata, 'Kalau dalam rumah sebesar dan semewah ini tidak ada sepiring nasi dan segelas air putih, lalu kenapa tuan tidak ikut saja mengemis seperti saya?, tuan adalah orang miskin  sama seperti saya", kata pengemis.

Dalam cerita ini, kita dapat mengambil suatu hikmah bahwasannya kekayaan yang sebenarnya adalah ''kekayaan Hati" atau kaya hati. Begitu banyak orang yang berkelimpahan secara harta dan materi namun selalu merasa kurang dan tidak cukup. Akibatnya, hidupnya tidak tenang, tidak tenteram karena dalam hidupnya ia terjebak dalam satu lingkaran yaitu menghalalkan segala macam cara demi mengumpulkan harta dan materi sebanyak - banyaknya. Adalah benar bahwa tanpa harta, orang mungkin sulit untuk bahagia, tetapi harta semata bukan jaminan bahwa orang akan mendapatkan kebahagian. Adalah fakta bahwa, begitu banyak orang yang hidupnya kekurangan harta namun hidupnya merasa bahagia, tenang dan tenteram. 

Allah SWT menempatkan kebahagian dihati setiap hambanya. Bahagia dapat hadir di hati orang kaya, pun bahagia juga dapat bertahta di hati orang miskin (miskin harta). Kebahagian lahir dari sikap bagaimana kita memperlakukan pemberian Allah SWT tersebut. Harta dan materi memberikan kebahagian bila jatuh di hati orang - orang yang bersyukur. Sebaliknya, harta dan materi akan mendatangkan sengsara dan malapetaka bila jatuh di tangan orang - orang yang berhati Kufur kepada nikmat Allah SWT.

Maha adil dan bijaksananya Allah SWT, yang menempatkan kebahagian itu pada hati hamba - hambanya yang senantiasa bersyukur kepadanya, bukan meletakkannya pada harta benda semata. Yang ideal tentunya adalah memiliki harta benda yang cukup dan mempunyai hati yang pandai bersyukur atas nikmat dan anugerah Allah SWT. Sehingga harta itu pun akan semakin memberikan mamfaat bagi diri dan sesama.




Rabu, 16 Februari 2011

Air Mata Kehidupan

Seorang anak pernah bertanya kepada ibunya, "Ibu, kenapa ibu menangis?", sang ibu menjawab, "Karena ibu adalah wanita anakku". Sang anak pun berlalu tanpa mengerti apa maksud perkataan ibunya. Karena tidak puas dengan jawaban sang ibu, anak ini pun bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa ibu menangis?" Ayahnya menjawab, "Wanita memang suka menangis anakku". Lagi - lagi sang anak tidak puas dengan jawaban dari ayahnya.

Hingga pada suatu malam, dalam tidurnya sang anak bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. Tuhan, "Mengapa wanita mudah sekali menangis?". Dalam mimpi sang anak, Tuhan menjawab, "Wanita kuciptakan sebagai mahkluk yang sangat utama, ia kuciptakan dari tulang rusuk agar dapat menahan beban dunia dan seluruh isinya, dengan itu pula ia dapat menahan kepala bayi yang sedang tertidur dalam pangkuannya".
"Pada wanita juga kuberikan rahim dan kekuatan untuk melahirkan, walau sering kali ia menerima cacian dan cercaan dari anaknya sendiri". "Pada wanita kuberikan ia kesabaran untuk merawat dan mengasuh keluarganya, walau ia terkadang tersakiti". Tuhan kembali melanjutkan "Kuberikan pula pada wanita perasaan yang peka dan kasih sayang, untuk mencintai suaminya dan anaknya dalam situasi dan kondisi apapun serta sampai kapanpun, walau ia sendiri sering dilupakan dan disakiti oleh anaknya". "Pada wanita pula kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan penyadaran dan pengertian kepada suaminya, bahwa suami yang baik itu adalah suami yang tidak melukai hati istrinya".

"Dan pada akhirnya, pada wanita telah kuberikan ia dengan air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah pemberianku yang khusus kepada wanita agar dapat digunakan kapanpun. Hanya ini pulalah kelemahan yang dimiliki wanita, walau sebenarnya air mata yang dikeluarkannya adalah air mata kehidupan".

Anak ini pun terbangun dari mimpinya, tanpa sadar air matanya telah berurai, sang anak pun teringat akan kebaikan dan kasih sayang yang telah diberikan oleh ibunya, namun sampai sekarang ia menyadari ,bahwa ia belum sempat mengucapkan terima kasih secara sungguh - sungguh kepada sang ibu.

Semoga cerita ini bisa memberikan penyadaran kepada kita, bahwa ibu adalah bukti nyata akan adanya kasih sayang seorang wanita yang tak pernah hilang sampai kapan pun, di mana pun dan dalam keadaan apapun. Ibu adalah "Air Kehidupan" kita.

Minggu, 13 Februari 2011

Pasangan Pilihan Tuhan

Suatu malam seorang anak muda berdoa kepada Tuhan, " Tuhan, berikanlah aku jodoh dan pasangan yang baik hati, jujur, lemah lembut, mudah mengampuni, hangat, pintar, penuh pengertian, ramah dan humoris". Doa mana setiap saat selalu dipanjatkan oleh anak muda tersebut. Hingga pada suatu malam di saat ia berdoa dalam hatinya, ia mendengar suara Tuhan, " Anak muda, saya tidak dapat mengabulkan permintaanmu ", "kenapa Tuhan", tanya anak muda tersebut. Tuhan menjawab, " Aku ini Tuhan, yang maha adil dan akan selalu berlaku adil, dan Aku adalah kebenaran dan segala yang Ku lakukan adalah benar ". Anak muda ini kemudian berkata, " Tuhan, aku ini belum mengerti mengapa Engkau tidak dapat mengabulkan permintaanku". Tuhan menjawab, " Anak muda, Aku akan jelaskan kepadamu, adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran apabila Aku memberikan sesuatu yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan engkau". Tidaklah adil bagiku untuk memberikan kepadamu pasangan yang jujur sementara engkau sendiri belum dapat berkata jujur, atau pasangan yang lemah lembut sementara engkau sendiri masih sering berlaku kasar, juga tidaklah adil bagiku memberikan pasangan yang mudah mengampuni, sementara engkau sendiri masih diliputi oleh dendam, dengki dan iri hati. Pun bukanlah keadilan dan kebenaran bagiku, untuk memberimu pasangan yang ramah dan penuh pengertian, sementara engkau sendiri masih sering berlaku kasar dan egois ". 

" Anak muda ", kata Tuhan, " Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu pasangan yang akan membuatmu menemukan kualitas yang engkau cari, daripada Aku memberikan kepadamu pasangan yang sudah memiliki semuanya itu ". Aku akan memberimu pasangan dari tulangmu dan dagingmu sendiri, sehingga dengannya engkau akan melihat dirimu sendiri dalam dirinya, sehingga kalian berdua akan menjadi satu.

Hikmah dari cerita ini adalah bahwa manusia diciptakan berpasangan agar dapat saling memahami dan menyesuaikan diri dan saling menyenangkan satu sama lain. Tuhan memberikan sesuatu kepada kita sesuai dengan maqam (tingkatan kita di hadapan Tuhan) dan derajat kita.

Kue Pernikahan Islam

Bahan :
1 lelaki sehat,
1 perempuan sehat,
100% komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

Bumbu :
1 potong besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sdt saling menelepon,
5 kali ibadah/hari
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).

Cara Memasak :
1. Laki-laki dan perempuan dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
2. Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
3. Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
5. Kue siap dinikmati.

Tips memasak :
1. Pilih lelaki dan perempuan yang benar-benar matang dan seimbang.
2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
4. Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Catatan :
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa
potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah". Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal!

Hati Yang Sempurna

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah. Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata "Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?".
Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?
Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa "Anda pasti bercanda, pak tua", katanya. "Bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan
hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan". "Ya", kata pak tua itu," Hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini
adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup
kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang
kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas
dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan.Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu
mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubanglubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya
itu?" Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian
menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat ke dalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini
lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir ke dalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.

Jodoh

Orang-orang optimis selalu berkata, jodoh kita adalah apa yang kita usahakan, bukan semata-mata pemberian dari Tuhan. Jika kita yakin dan berusaha, kita bisa mendapatkan jodoh yang kita inginkan. Seorang pria telah berpacaran dengan gadis impiannya selama bertahun-tahun, dan dia yakin bahwa gadis itu adalah jodohnya. Selama berpacaran, badai dan karang telah mereka lalui bersama. Tak ada apapun di dunia yang bisa membatalkan rencana pernikahan mereka berdua. Pada hari yang telah ditentukan, upacara pernikahan mereka diselenggarakan dengan sangat meriah. Sang pria menunjukkan dengan bangga kepada teman dan kerabat, dia bisa menikahi gadis impiannya. Beberapa tahun kemudian seorang teman mendapati pria itu duduk sendirian di taman. Setelah berbincangbincang, teman tersebut mengetahui bahwa ia telah bercerai dari istrinya karena suatu alasan yang tidak disebutkannya. Sang teman mencoba menghibur dengan menceritakan pengalaman hidupnya. Bertahun-tahun lalu ia mencintai seorang gadis dan berupaya keras untuk menikahinya, tapi dengan berbagai macam alasan dan rintangan, ia harus say goodbye kepada mimpi dan berpisah dengan gadis itu. Beberapa waktu kemudian, diapun bertemu tanpa sengaja dengan seseorang yang kini menjadi ibu dari anakanaknya. Jodoh adalah rahasia Tuhan. Kita tidak pernah tahu apakah suami, istri,
ataukah kekasih kita saat ini adalah benar-benar soulmate atau jodoh kita. Tuhan telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam kitab suci. Masalahnya apakah kita bisa
menemukan belahan jiwa itu. Kita mungkin tidak pernah menyadari bahwa jodoh kita sebenarnya adalah orang yang selama ini ada di depan kita

Cinta

Tuhan.....
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan.....
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan.....
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu
Tuhan.....
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan.....
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu
Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya

Sabtu, 12 Februari 2011

Kekayaan, Kesuksesan dan Cinta

Suatu ketika, ada seorang perempuan yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang laki-laki berjanggut yang duduk di halaman depan. Perempuan itu tidak mengenal mereka semua. Perempuan itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut. Laki-laki berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang? Perempuan itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar. "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.
Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, kata laki-laki itu. Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini. Perempuan itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke
dalam. "Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama" , kata laki-laki itu hampir bersamaan."Lho, kenapa? tanya perempuan itu karena merasa heran. Salah seorang laki-laki itu berkata, "Nama dia Kekayaan,"katanya sambil menunjuk seorang laki-laki berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu laki-laki berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu. Perempuan itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan laki-laki di luar. Suaminya pun merasa heran. "Oh...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen
gandum kita. "Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita. Perempuan itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 laki-laki itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Oh..ternyata, kedua laki-laki berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, perempuan itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua laki-laki yang ditanya itu menjawab
bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami ,menjalani hidup di dunia ini.

Makna dari cerita ini adalah, bahwa apapun itu jika diliputi dengan cinta, maka akan dapat mendatangkan kebahagian, kekayaan dan kesuksesan.