Senin, 30 Mei 2011

Akal Dan Hati

Hari ini, kita berada di penghujung bulan Juli 2011. Berarti bulan segera akan berganti lagi seiring dengan bergantinya hari. Bagi sebagian orang, pergantian bulan mungkin akan dianggap biasa-biasa saja, dan memang sebenarnya biasa-biasa saja, tidak ada yang terlalu istimewa. karena hari akan berganti dengan hari berikutnya, bulan akan berganti dengan bulan berikutnya begitu pula tahun akan berganti dengan tahun berikutnya. Semuanya berjalan tanpa dapat dikendalikan oleh manusia, karena alam dan seluruh aspek tata surya yang ada di dalamnya berada dalam kehendak Allah, Tuhan sang pencipta.

Seyogyanya, pergantian hari demi hari, menyadarkan kita manusia bahwa hidup kita pun akan seperti itu juga. Hidup akan berjalan seperti berjalannya waktu. Pergantian mana, rasa-rasanya terjadi dengan begitu cepatnya. hari ini yang masih bayi, eh! besok-besok sudah menjadi anak kecil yang lucu, yang anak-anak, eh, sudah jadi remaja, yang hari ini remaja, eh! tak terasa sudah menjadi dewasa. Pun yang hari ini dewasa, eh! tanpa terasa sudah menjadi lansia (tua). Semuanya berjalan dengan begitu cepatnya.

Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang memiliki perbedaan yang sangat jauh dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain. Allah misalnya menciptakan binatang tanpa menuntut adanya pertanggungjawaban jika kelak ia dipanggil kembali menghadapnya. Namun, manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang dipundaknya menggantung sebuah tugas suci yaitu 'Manusia sebagai Khalifah (pemimpin) di atas bumi.

Tugas keKhalifaan manusia adalah tugas dan tanggungjawab pribadi yang pertanggungjawabannya tidak dapat dipikulkan ke orang lain. Tugas keKhalifaan menghendaki manusia menjadi mahluk yang berfungsi sebagai 'Rahmatan Lil Alamin', menjadi rahmat bagi alam semesta (manusia dan segala isinya).

Dalam menjalankan amanah Khalifaan sebagai rahmatan Lil Alamin, Allah membekali manusia dengan akal (ilmu) dan hati (nafsu). Dibandingkan dengan mahluk ciptaan yang lain, maka penciptaan manusia adalah penciptaan yang paling sempurna. Manusia diciptakan dilengkapi dengan akal, yang dengannya itu manusia dapat menerima berbagai macam ilmu sehingga dapat membedakan antara yang baik dan buruk, yang haq dan yang bathil. Binatang diciptakan tanpa akal, padanya hanya dibekali dengan hati (nafsu) sehingga binatang tidak dapat membedakan yang baik dan buruk. Yang dengannya itu pula Allah menempatkan binatang sebagai mahluk yang tunduk kepada manusia. Sementara Malaikat, ia adalah mahluk ciptaan Allah yang padanya hanya dilengkapi dengan hati tetapi tidak memiliki akal, sehingga jadilah Malaikat sebagai mahluk yang sangat taat kepada Allah.

Manusia bisa menjadi mahluk yang lebih mulia dari Malaikat jika ia menggunakan akal dan hatinya menurut jalan yang dikendaki oleh Allah. Pun manusia bisa menjadi mahluk yang paling rendah dan hina dari binatang, jika ia tidak dapat menggunakan akal dan hatinya sebagaimana yang diharapkan oleh Allah.

Manusia menjadi mahluk yang lebih mulia dari Malaikat jika, hatinya berisi dengan iman dan ketaqwaan serta akalnya berisi dengan ilmu yang dengannya itu ia pergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di sisi lain, manusia bisa menjadi lebih hina dari binatang, jika hatinya hanya dipenuhi dengan syahwat dan keangkaramurkaan serta akalnya tidak dipergunakan dengan ilmu yang membawanya kepada jalan Allah. Karena banyak juga orang yang akalnya terisi dengan begitu banyak ilmu dan pengetahuan, tetapi ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya justru semakin menjauhkannya dari Allah. Orang yang mempergunakan akal dan ilmunya untuk membodohi orang lain, ilmu dan pengetahuannya membuat ia dapat dengan seenaknya mempermainkan dan 'mengakali' serta melanggar peraturan yang ada.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar