Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi dan Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2011

Hilangkan Benci Tambahkan Cinta

Saya teringat peristiwa kecil dua hari yang lalu, sedikit lucu namun sebenarnya bisa memberikan pelajaran berharga bila kita bisa melihatnya dari sudut pandang yang lebih jernih.

Waktu itu saya sedang memperhatikan dua anak kecil yang mana keduanya adalah adik sepupu saya sendiri, mereka tengah asyik bermain, sang kakak yang adalah anak laki - laki sedang bermain mobil - mobilan sementara adiknya yang perumpuan bermain boneka. Dengan gayanya masing - masing mereka tentu sangat menikmati mainannya.

Ketika sedang asiknya bermain, tanpa sengaja sang adik menginjak mainannya sang kakak, mungkin karena kaget sehingga refleks sang kakak mendorong adiknya hingga terjatuh, akibatnya sang adik pun menangis.

Melihat adiknya yang sedang menangis, sang kakak pun seolah - olah tanpa rasa bersalah tetap saja menikmati mainannya. Namun karena makin lama tangisan sang adik tidak berhenti juga, sang kakak pun mendekat dan menarik tangan adiknya untuk berdiri. Saya yang duduk tidak jauh dari mereka tidak bereaksi apa - apa, hingga kemudian saya melihat sang kakak menegur adiknya "Adek berhentlahi menangis...makanya kalo main adek jangan suka ganggu mainannya kakak...". Dalam keadaan masih menangis, sang adik pun menjawab "Adek kan ngga sengaja injak mainannya kakak...". Saya melihat kejadian ini hanya diam dan tersenyum. Keduanya pun kemudian melanjutkan permainannya masing - masing.

Dari kejadian ini, yang ingin saya share adalah terkadang dalam kehidupan sehari - hari kita mengalami benturan dan gesekan dengan orang lain, apakah itu dengan teman, sahabat atau rekan kantor sendiri, yang dari situ kemudian timbul perasaan tidak enak yang berujung timbulnya sifat marah, jengkel, bete, bahkan untuk keadaan yang lebih parah bisa menimbulkan perasaan dendam satu sama lain ( saya dan Anda mungkin pernah mengalami hal seperti ini bukan... ). Entah itu karena teman yang terlalu sering ikut campur dalam urusan kita, atau mungkin karena adanya orang - orang di sekitar kita yang memang sengaja menunjukkan sikap tidak bersahabat dengan kita.

Nah, biasanya dari kejadian seperti ini, kita kemudian jadi memisahkan diri, menghindar dan terkesan tidak mau lagi bersosialisasi lagi dengan mereka. Akibat fatalnya adalah rusaknya hubungan pertemanan atau hubungan kerja yang telah terjalin selama ini.

Hal ini biasanya terjadi karena kita terkadang gengsi, canggung dan terkesan ingin menang sendiri, seolah - olah kejadian ini timbul karena seratus persen kesalahan ada pada orang lain, bukan pada diri kita. Akibatnya, tidak ada mau mengambil inisiatif untuk memperbaiki hubungan kembali.

Kenapa kita tidak mau mencontoh anak tadi, yang punya inisiatif untuk membujuk kembali adiknya sehingga ia bisa berhenti menangis...? Kita terkadang lebih memilih hanyut dalam perasaan 'marah, jengkel'.

Yang dibutuhkan sebenarnya adalah kebesaran hati dan kelapangan jiwa untuk meminta maaf, menghilangkan ego pribadi  masing - masing untuk kemudian berusaha memperbaiki hubungan kembali.

Hal ini tentu tidak dapat terjadi bila perasaan marah, jengkel, bete masih menguasai diri... karena itu....HILANGKAN MARAH, TAMBAHKAN CINTA....!!! 
:-)



Rabu, 08 Juni 2011

Arti Perempuan Bagi Laki - Laki

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan memersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele. Hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya. Sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu. Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan.
 
Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan. Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki, tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya, kata-kata yang lembut, ungkapan-ungkapan sayang yang sepele, namun baginya sangat berarti membuatnya aman di dekatmu.

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang, seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya. Tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya. Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki, apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana. Karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga, karena kau dan dia adalah satu, dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.

Laki - Laki Sejati

Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih Lelaki Sejati ?
Bunda menjawab, Nak..........

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat
bekerja,
Tetapi dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
Tetapi dari hati yang ada dibalik itu

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja,
Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan,
Tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca

- So Jangan Sampai Salah Memilih Yah!!! -

Love = Waiting 4 A Bus....

Cinta itu sama seperti orang yang sedang menunggu bis

Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
"Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!
Aku tunggu bis berikutnya aja deh."

Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,
"Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah.."
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat,
tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
"Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku".
Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu,
kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor.

Ketika bis kelima datang,
kamu sudah tak sabar,
kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.
Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis.
Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

 Dari cerita ini kita bisa mengambil hikmah :

Sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita.
Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia. Tidak ada salahnya memiliki 'persyaratan' untuk 'calon'.

Tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat, tapi kamu masih bisa berteriak 'Kiri' ! dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu.



Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu? :-)

Senin, 30 Mei 2011

Hidup itu adalah...

Hidup itu untuk berbagi
Hidup itu untuk memberi
Hidup itu untuk saling membantu
Pun hidup itu untuk saling menyayangi

Hidup itu bukan pilihan, karena kita lahir tanpa diminta
Hidup itu bukan kehendak, karena ia ada tanpa diharap

Tapi dalam hidup ada pilihan
Dalam hidup ada kehendak dan harapan
Dalam hidup harus ada tujuan, pun
Dalam hidup harus ada cita - cita

Kehendak dan harapan membuat kita bisa bertahan hidup
Tujuan dan cita - cita membuat hidup jadi bergairah dan semangat
Berhasil meraih harapan, tujuan serta cita - cita membuat hidup jadi bermakna

Hidup untuk memberi makna adalah tujuan penciptaan dari sang Khaliq
Hidup yang bermakna adalah, ketika engkau dapat memberikan manfaat bagi dirimu, orang lain serta lingkunganmu
Hidup yang bermakna adalah engkau hidup dalam naungan iman
Hidup yang bermakna adalah engkau hidup dengan tubuh, jiwa serta lingkungan yang sehat
Hidup yang bermakna adalah enkau bisa memberi, engkau bisa membantu, engkau bisa diharapkan
Hidup yang bermakna adalah engkau tidak menjadi sumber kejahatan bagi dirimu, orang lain dan lingkunganmu
Hidup yang bermakna adalah ketika engkau bisa menjauhi kejahatan, keburukan, serta kesia-siaan
Hidup yang bermakna adalah ketika orang lain aman dari kejahatan dan keburukanmu
Hidup yang bermakna adalah engkau tidak melanggar aturan agamamu dan negaramu

Hidup yang bermakna membawamu kepada ketenangan, ketentraman dan kebahagian
Hidup yang bermakna memberimu senyuman dan kekuatan
Hidup yang bermakna membawamu BERMAKNA BAGI ORANG LAIN DAN LINGKUNGAN....

Minggu, 13 Februari 2011

Are You Happy with Your Life and Job Now ?

Apapun jawaban Anda pertanyaan di atas, hidup pada akhirnya memang selalu penuh dengan liku - liku, hambatan, rintangan dan tantangan. Ada kalanya kita berada pada lingkaran keberhasilan yang membuat kita terlena dalam keriangan. Ada pula saat ketika kita terpeleset, terpelanting dan terpuruk dalam segores luka maupun duka. Toh dalam lingkaran jatuh dan bangun itu, hidup harus terus dijalankan. Kita terus harus hidup, bertumbuh dan berproses sebagai seorang manusia yang utuh dan sempurna.

Namun apapun pilihan hidup Anda, satu hal perlu diperhatikan adalah pilihan itu sebaiknya didasari oleh passion Anda. Ya, Passion. Atau gairah hidup yang tinggi atau kumpulan tekad yang menghujam dan mengakar di dalam hati. Hidup adalah siklus atau perputaran waktu yang pada saatnya nanti akan kembali ke titik asalnya. Karena itu, pergunakanlah hidup Anda untuk melakukan pekerjaan yang benar - benar sesuai dengan passion atau gairah hidup Anda. Jangan biarkan hidup Anda hanya berputar dalam roda - roda dan cengkeraman rutinitas yang tidak membuat Anda bahagia dan happy untuk kemudian tenggelam dan terlindas dalam putaran roda - roda kehidupan.
  
Anda berhak atas hidup Anda, memilih untuk kemudian melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kehendak dan pilihan Anda, yang dengannya kita bisa merasakan secercah kebahagiaan sejati. Pekerjaan yang menjadi tempat dimana kita selalu tak sabar menunggu hari esok tiba > karena setiap hari itu selalu dihiasi oleh senyum kedamaian, ketentraman dan kebahagian bathin. Jadi apakah hidup dan pekerjaan yang Anda lakukan sekarang sudah benar-benar menjadi passion Anda? Apakah Anda telah menemukan secercah embun kebahagiaan dalam segenap hidup dan
pekerjaan Anda?

Doa saya, semoga Anda dan kita semuanya senantiasa menemukan hidup dan pekerjaan yang menjadi passion kita masing - masing.

Sabtu, 12 Februari 2011

Sepatu Sang Raja

Ada sebuah cerita yang terjadi di sebuah negara yang entah berantah. Ada seorang raja yang bijaksana dan sangat di cintai oleh rakyatnya, hal ini karena sang raja adalah seorang pemimpin yang sangat dekat rakyatnya. Pada suatu hari, sang raja berkeinginan untuk keluar istana mengunjungi rakyatnya. Pada hari yang telah ditentukan, sambil berjalan kaki keluarlah sang raja bersama dengan menteri dan beberapa orang pengawalnya. Namun, di tengah jalan, kaki sang raja tersangkut sebuah batu yang cukup besar di tengah jalan, kaki sang raja pun luka dan lecet. Ketika sang raja sejenak berhenti sekaligus mengobati luka di kakinya, sang raja pun sadar kalau selama ini jalanan di negerinya adalah jalanan yang paling buruk, di sana sini terdapat lubang dan dan bebatuan yang dapat mengganggu.

Akhirnya sang raja pun kembali ke dalam istananya dan memanggil semua menteri dan pembantu - pembantunya, sang raja mengadakan rapat mendadak guna mencari solusi dari buruknya jalanan di negeri sang raja. Sang raja memerintahkan kepada seluruh menteri dan pembantunya untuk mengumpulkan semua sapi - sapi terbaik di negeri itu guna diambil kulitnya untuk dihamparkan di tengah jalan, agar jalanan tampak baik dan tidak lagi mengganggu bagi pejalan kaki.

Atas perintah dari sang raja tersebut, sibuklah semua menteri dan pembantu kerajaan, kegaduhan pun terjadi di mana - mana, semua sibuk mengumpulkan kulit sapi. Di tengah kesibukan tersebut, datanglah seorang tua yang bijak, dia terheran melihat kesibukan yang tengah terjadi. Orang tua itu pun kemudian menghadap sang raja. " Baginda raja, untuk apa tuan bersusah payah memerintahkan orang - orang untuk mengumpulkan kulit sapi yang begitu banyak?", tanya orang tua yang bijak ini. Sang raja pun menjawab, " jalanan di negeri saya ini jelek, kaki saya lecet dan terluka tersangkut batu karena jeleknya jalanan", jawab sang raja. Orang tua yang bijak ini pun berkata, "Baginda raja, baginda cuma memerlukan 2 kulit sapi terbaik untuk melapisi kaki baginda raja, mintalah agar baginda raja dibuatkan sepatul dari kulit sapi yang terbaik". Sang raja pun terdiam dan tersenyum ke arah orang tua bijak ini.

Pelajaran dari cerita ini adalah, terkadang ketika kita menghadapi masalah, kita hanya perlu sebuah solusi kecil yang terbaik. Arahkan pikiran kita untuk sebuah solusi yang dapat terbaik.










Kamis, 10 Februari 2011

Kasih Sayang Seorang Ibu

Konon di jepang pernah muncul tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan, mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya. Dengan alasan mereka sudah tidak produktif dan hanya akan memberatkan beban  kehidupan anak - anaknya.

Alkisah pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si ibu telah lumpuh dan mulai pikun, pemuda ini pun merasa bahwa selama ini ibunya tersebut hanya merepotkan dia. Pemuda ini pun bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si ibu yang memang tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya dan mematahkannya untuk kemudian menaburkannya disepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan, si pemuda menurunkan ibunya di bawah sebuah pohon yang rindang. Tak lupa dia menitipkan bekal untuk sang ibu, dengan deraian air mata pemuda ini beranjak meninggalkan ibunya sambil mengucapkan salam perpisahan. Sang ibu yang sudah tua rentah pun tak bisa menahan kesedihannya walua ia berusaha tampak tegar di hadapan anaknya. Sebelum anaknya pergi, Sang ibu pun berkata "Anakku, aku sangat menyayangi dan mencintaimu. Dari kecil sampai dewasa aku selalu merawatmu dengan segenap cintaku, aku menjagamu siang dan malam, di tengah malam yang gelap kau terbangun, entah karena kau kelaparan atau kedinginan, aku pun rela terjaga dan menemanimu. Anakku, semua itu ibu lakukan karena ibu sangat menyayangi dan mencintaimu. Bahkan sampai hari ini pun rasa sayangku tidak akan berkurang sedikitpun. Tadi aku sudah menandai sepanjang jalan yang kita lewati dengan ranting - ranting kayu. Aku takut kau tersesat, pulanglah anakku dan ikutilah tanda - tanda itu agar kau selamat sampai dirumah."

Mendengar kata ibunya tersebut, si anak pun tak kuasa dan menangis dengan keras, kemudian ia langsung memeluk ibunya dan menggendongnya kembali untuk dibawah pulang kerumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibu yang sangat mengasihi dan mencintainya.

Pesan moral dari kisah ini adalah: orang tua bukan barang rongsokan yang bisa buang atau diabaikan begitu saja setelah terlihat tak berdaya. Menitipkan mereka di panti jompo pun tidaklah lebih mulia dibanding membuang mereka dihutan dan membiarkan mereka meninggal dalam kesendirian. Orang tua adalah 'keramat hidup', karena Ridhonya Allah tergantung kepada Ridhonya orang tua, begitu pula murkanya Allah tergantung kepada murkanya orang tua.

Senin, 07 Februari 2011

SEGENGGAM GARAM (  Melapangkan Hati Laksana Danau  )

Suatu ketika,ada seorang kakek yg sangat bijaksana sedang duduk di depan rumahnya. datanglah seorang anak muda dengan wajah yg sangat sayu karena dirundung banyak persoalan. langkah kakinya gontai dan begitu lemas, nampak sekali anak muda itu sangat tidak bersemangat.

Anak muda itu pun menceritakan masalahnya kpd si kakek yg bijak ini, dan kakek pun dengan senang hati mendengarkannya. setelah itu, sang kakek pun berdiri dari tempatnya, dan mengambil segenggam garam dapur kemudian diberikannya kpd anak muda tersebut. kemudian sang kakek meminta anak muda ini utk mengambil segelas air putih kemudian menaruh gaRAM tadi ke dlm gelas tersebutk. " Aduklah garam dlm gelas itu dan minum airnya dan rasakan bagaimana rasanya !", kata si kakek.

anak muda itupun meminum air dlm gelas tersebut dan sambil meludah memuntahkan air yg baru saja di minumnya, ia mengatakan, " Pahit dan asing sekali air ini kek "

Sang kakek pun tersenyum dan kemudian mengajak anak muda ini ke tepi sebuah danau yg luas, keduanya berjalan berdampingan dan sampailah mereka dipinggiran danau tersebut yg airnya sangat jernih. sang kakek kemudian menaburkan segenggam garam ke dalam danau yg tenang itu. lalu ia berkata, " anak muda, ambillah air itu dan kamu minum, bagaimana rasanya? ", anak muda ini pun meminum air danau tersebut, lalu berkata " Kek, airnya sangat segar ". apakah kamu merasakan rasa asing dalam air itu? tanya sang kakek. " Tidak" jawab anak muda ini.

Dengan penuh bijak, sang Kakek pun menepuk-nepuk pundak anak muda ini dan mengajaknya duduk berhadapan. " Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan ini mirip dengan segenggam garam tadi, tdk lebih tdk kurang.

Namun kepahitan dan asing yg kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yg kita gunakan. dan wadah itu tidak lain adalah HATI kita.

hanya ada satu hal yg bisa kita lakukan adalah, LAPANGKAN LAH DADA KITA untuk menerima semuanya, luaskanlah HATI untuk menampung setiap masalah, tantangan dan kepahitan hidup.

HATI kita adalah wadah itu, PERASAAn kita adalah tempat itu, KALBU kita adalah tempat utk menampung semuanya.

Jadi jangan buat HATI kita seperti GELAS td, yg hanya bisa menampung sedikit. Tapi jadikanlah HATI kita itu seperti DANAU, yg karena luasnya, sehingga ia dapat meredam pahit dan asingnya rasa garam yg ditaburkan kedalamnya.

Hati yg LAPANG akan mampu menampung segala kepahitan dan kesulitan hidup dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagian.