Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juli 2011

Laporan ABS ( Asal BOSS Senang )

Di sebuah negeri yang entah berantah, hiduplah seorang raja yang cukup terkenal dan disegani oleh rakyatnya. Di suatu pagi yang cerah, sang raja mengumpulkan semua hulubalang dan pejabat tinggi di negerinya. Sang raja ingin mengetahui perkembangan rakyatnya, tampillah seorang hulubalang, ia adalah kepala dari pejabat - pejabat di negeri tersebut. Ia melaporkan kepada sang raja bahwa keadaan negeri aman, tenteram, rakyat dapat menjalankan kegiatan sehari - harinya dengan aman tanpa gangguan apapun. Tidak ketinggalan hulubalang melaporkan bahwa semua aturan dan kebijakan dari sang raja telah dilaksanakan oleh rakyat dengan sebaik - baiknya dan tidak ada pelanggaran yang berarti. Mendengar laporan hulubalang, sang raja pun tampak senang dan sumringah karenanya. Tak lupa sang raja berpesan agar keadaan tersebut tetap dipertahankan. Menjelang siang, pertemuan pun berakhir.

Jauh di luar istana sang raja, di dalam sebuah hutan lebat, tinggallah seorang pertapa tua yang bijaksana. Ia mengasingkan diri dan memilih hidup sendiri di tengah hutan belantara. Di siang hari, pekerjaannya adalah berusaha menanami kembali hutan yang rusak akibat pohonnya telah banyak ditebang oleh penduduk sekitar. Sang pertapa hidup dengan sangat sederhana, ia tinggal dalam sebuah gubuk kecil yang terbuat dari pohon kayu, berdinding dan beratapkan daun pohon yang ia rajuk sendiri. Untuk kebutuhan makan sehari - harinya, ia mengambil dari biji - bijian buah - buahan yang ia tanam sendiri di sekitar gubuknya.

Pada suatu malam, tepatnya di malam purnama, keluarlah sang pertapa tua, ia turun dari hutan dan mendatangi perkampungan yang ada di sekitarnya. Sesuai dengan kebiasan masyarakat di kampung tersebut, setiap malam purnama diadakan pesta besar - besaran di rumah kepala kampung atau kepala suku, pesta ini biasanya digelar selama tiga malam. Pestanya pun sangat ramai, semua penduduk berkumpul, aneka makanan dan minuman disiapkan untuk para tamu, semua penduduk bebas dan bisa ikut berpesta.

Ketika sampai di rumah kepala suku tempat pesta digelar, masuklah sang pertapa ini ke dalam rumah dan berbaur dengan penduduk lainnya. Semua orang nampak begitu gembira, tak lupa musik dan tarian lokal dipertunjukkan. Ketika hendak minum, tiba - tiba datang seorang anak muda dengan pakaian yang sangat tidak sopan menurut aturan dan tata keramah di kampung tersebut, di tangannya memegang botol minuman, dan secara tiba - tiba, anak muda ini menampar wajah sang pertapa sehingga ia pun terjatuh. Betapa kagetnya pertapa ini, belum sempat ia berdiri, anak muda ini kembali menamparnya dan menyiramkan minuman ke tubuhnya. Dengan wajah yang kesal, sang pertapa meninggalkan pesta dan kembali ke gubuknya di tengah hutan.

Pagi harinya, dengan perasaan yang masih jengkel akibat perlakuan anak muda semalam, sang pertapa menuju ke istana dan bermaksud untuk bertemu dengan sang raja. Sebagai pertapa yang disegani di negerinya, sang pertapa pun diperbolehkan menghadap sang raja. Ketika bertemu, pertapa ini menceritakan kepada sang raja bahwa semalam ia baru saja mendatangi sebuah pesta yang sangat ramai, semua penduduk larut dalam kegembiraan. Mendengar penuturan sang pertapa, sang raja tampak penasaran dan ingin mendatangi lansung pesta tersebut.

Pada malam harinya, sang raja pun berangkat sendiri menuju kampung tempat digelarnya pesta. Ia sengaja menyamar agar tidak diketahui oleh rakyatnya. Begitu sampai ia lansung masuk ke dalam, belum sempat ia duduk, seorang anak muda datang menghampiri dan lansung menampar wajahnya hingga ia terjatuh, sebelum ia berdiri, anak muda ini kembali menamparnya. Alangkah marahnya sang raja mendapat perlakuan seperti ini. Karena kesal dan marah ia pun lansung meninggalkan tempat pesta dan pulang ke istananya.

Pagi harinya begitu ia terbangun, sang raja lansung memerintahkan pengawal istana untuk memanggail sang pertapa. Ketika datang, dengan wajah yang masih kelihatan marah, sang raja bertanya, "Pertapa, kenapa kamu menyuruh saya mendatangi pesta itu, kamu ingin mencelakakan saya ya", tanya sang raja. "Memangnya baginda raja mendapat perlakuan apa di pesta tersebut?", tanya sang pertapa. "Sudahlah sang pertapa, kamu sudah tahu, kamu sengaja ya ingin balas dendam kepada saya karena mendapat perlakuan dari anak muda tersebut", jawab sang raja. "Mohon ampun baginda raja, saya tidak bermaksud seperti itu, saya hanya ingin agar baginda raja dapat melihat dan mengetahui sendiri bagaimana keadaan masyarakat baginda di luar sana, karena selama ini baginda raja hanya mendapatkan laporan dari para pejabat dan hulubalang istana baginda", jawab sang pertapa. Mendengar jawaban ini, sang raja terdiam, ia pun tidak menyalahkan sang pertapa.

Atas kejadian tersebut, sang raja memerintahkan pengawalnya untuk menangkap anak muda, dan akhirnya anak muda ini pun mendapatkan hukuman berat.

Moral dari cerita ini sebenarnya adalah, bagaimana dengan keadaan di negeri kita tercinta, sudahkah pemimpinnya mendapatkan laporan yang benar dan akurat tentang keadaan dan permasalahan yang dihadapi oleh rakyat? Tidakkah laporan yang mereka dapatkan itu adalah laporan asal - asalan, laporan ABS ( Asal BOSS Senang) ???













Selasa, 19 Juli 2011

Cinta Dan Waktu

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan karena ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai dan mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. 
 
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. ”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. ”Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan. “Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”. Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali.
 
Namun dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.
 
Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini”, sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. 
 
Saat itu lewatlah Kesedihan. ”Oh, Kesedihan. Bawalah aku bersamamu”, kata Cinta. ”Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air semakin naik dan akan menenggelamkannya.
 
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara. ”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. ”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu” kata orang itu. ”Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. ”Sebab” kata orang itu ”Hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu...”

Senin, 16 Mei 2011

Raja Babylon dan Fokusnya

Seribu tahun sebelum masehi, raja babylon menangkap hidup - hidup seorang raja dari negara jajahannya yang terkenal sebagai raja yang sangat bijaksana. Saking irinya, raja babylon mempermainkan raja tanah jajahan tersebut dengan menelanjanginya dihadapan rakyatnya yang juga ditangkap sebagai Budak.

Rakyat jajahan yang ditangkap sebagai budak, dibagi menjadi 2 Kelompok, yaitu kelompok sisi kiri yang berisikan orang-orang yang MEMBENCI sang raja, dan kelompok kanan yang berisikan orang-orang yang SANGAT MENCINTAI sang raja. Lalu raja babylon memerintahkan sang raja tanah jajahan yang terlanjang tersebut untuk berjalan ditengah kedua kelompok tersebut sambil membawa guci besar berisi dengan air panas dikepalanya sejauh 500 Meter. Jika dalam jarak 500 meter tersebut sang raja tanah jajahan menumpahkan setetes air, maka ia bersama rakyatnya akan lansung dibunuh ditempat. Jika ia SUKSES berjalan sejauh 500 meter TANPA menumpahkan air, ia beserta rakyatnya akan DIBEBASKAN.

Kelompok sisi kiri lalu meneriakan sumpah serapah kepada sang raja tanah jajahan karena mereka membenci nya. Sedangkan kelompok sisi kanan meneriakan pujian dan semangat kepada sang raja untuk dapat terus berjalan hingga 500 meter tanpa harus menumpahkan setetes air pun. Akhirnya, dengan kaki gemetar, sang raja mulai berjalan ditengah-tengah teriakan kedua kelompok tersebut. Perlahan demi perlahan dia menuju 500 meter demi kebebasan dirinya dan rakyatnya.
100 Meter…
200 Meter…
300 Meter…
Hingga akhirnya dia sampai pada titik 500 meter tanpa menumpahkan setetes airpun. Raja BABYLON pun tertegun dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Lalu dia bertanya kepada sang raja tanah jajahan mengapa ia dapat membawa guci yang sangat berat disertai teriakan rakyatnya tanpa bergeming dan  menumpahkan setetes airpun. Raja tanah jajahan pun berkata, "Jika saya mendengarkan orang-orang yang MENGHINA saya, maka SEDIKIT SAJA saya menghela nafas kemarahan, maka TANGAN SAYA akan BERGEMING dan membuat air pada guci dikepala saya TUMPAH". "Jika saya mendengarkan orang-orang yang MEMUJI saya dan saya langsung BESAR KEPALA, maka saya akan MENJADI AROGAN dan MENERIAKAN SEMUA yang mendukung saya UNTUK BERONTAK dan tentu saja akan MATI SIA  - SIA karena jumlah mereka TIDAKLAH SEBANYAK dari pasukan babylon saat itu". "Oleh karena itu, APAPUN TERIAKAN ORANG yang saya dengar, saya TETAP FOKUS kepada TUJUAN saya untuk terus berjalan sejauh 500 meter DEMI KEBEBASAN".

Cerita tersebut tentu memberikan PELAJARAN BERHARGA kepada kita bukan?
Banyak orang TERLALU CEPAT TERBAWA EMOSI NEGATIF saat mereka menghadapi hinaan dan cacian yang pada dasarnya hanyalah omong kosong. Begitu pula banyak orang LANGSUNG pasang dada dan BERSIKAP selayaknya JAGOAN begitu mendapat pujian yang tentu saja HANYA mempermalukan diri mereka sendiri.

Selayaknya, kita harus mampu MENGIMBANGI respon yang kita berikan kepada orang-orang yang MENGANGKAT maupun yang MENJATUHKAN kita. Dan sudah SELAYAKNYA kita TETAP FOKUS kepada TUJUAN kita APAPUN yang dikatakan orang lain terhadap kita.

Minggu, 13 Februari 2011

Pasangan Pilihan Tuhan

Suatu malam seorang anak muda berdoa kepada Tuhan, " Tuhan, berikanlah aku jodoh dan pasangan yang baik hati, jujur, lemah lembut, mudah mengampuni, hangat, pintar, penuh pengertian, ramah dan humoris". Doa mana setiap saat selalu dipanjatkan oleh anak muda tersebut. Hingga pada suatu malam di saat ia berdoa dalam hatinya, ia mendengar suara Tuhan, " Anak muda, saya tidak dapat mengabulkan permintaanmu ", "kenapa Tuhan", tanya anak muda tersebut. Tuhan menjawab, " Aku ini Tuhan, yang maha adil dan akan selalu berlaku adil, dan Aku adalah kebenaran dan segala yang Ku lakukan adalah benar ". Anak muda ini kemudian berkata, " Tuhan, aku ini belum mengerti mengapa Engkau tidak dapat mengabulkan permintaanku". Tuhan menjawab, " Anak muda, Aku akan jelaskan kepadamu, adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran apabila Aku memberikan sesuatu yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan engkau". Tidaklah adil bagiku untuk memberikan kepadamu pasangan yang jujur sementara engkau sendiri belum dapat berkata jujur, atau pasangan yang lemah lembut sementara engkau sendiri masih sering berlaku kasar, juga tidaklah adil bagiku memberikan pasangan yang mudah mengampuni, sementara engkau sendiri masih diliputi oleh dendam, dengki dan iri hati. Pun bukanlah keadilan dan kebenaran bagiku, untuk memberimu pasangan yang ramah dan penuh pengertian, sementara engkau sendiri masih sering berlaku kasar dan egois ". 

" Anak muda ", kata Tuhan, " Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu pasangan yang akan membuatmu menemukan kualitas yang engkau cari, daripada Aku memberikan kepadamu pasangan yang sudah memiliki semuanya itu ". Aku akan memberimu pasangan dari tulangmu dan dagingmu sendiri, sehingga dengannya engkau akan melihat dirimu sendiri dalam dirinya, sehingga kalian berdua akan menjadi satu.

Hikmah dari cerita ini adalah bahwa manusia diciptakan berpasangan agar dapat saling memahami dan menyesuaikan diri dan saling menyenangkan satu sama lain. Tuhan memberikan sesuatu kepada kita sesuai dengan maqam (tingkatan kita di hadapan Tuhan) dan derajat kita.

Kue Pernikahan Islam

Bahan :
1 lelaki sehat,
1 perempuan sehat,
100% komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

Bumbu :
1 potong besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sdt saling menelepon,
5 kali ibadah/hari
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).

Cara Memasak :
1. Laki-laki dan perempuan dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
2. Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
3. Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
5. Kue siap dinikmati.

Tips memasak :
1. Pilih lelaki dan perempuan yang benar-benar matang dan seimbang.
2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
4. Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Catatan :
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa
potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah". Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal!

Hati Yang Sempurna

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah. Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata "Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?".
Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?
Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa "Anda pasti bercanda, pak tua", katanya. "Bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan
hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan". "Ya", kata pak tua itu," Hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini
adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup
kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang
kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas
dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan.Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu
mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubanglubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya
itu?" Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian
menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat ke dalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini
lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir ke dalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.

Jodoh

Orang-orang optimis selalu berkata, jodoh kita adalah apa yang kita usahakan, bukan semata-mata pemberian dari Tuhan. Jika kita yakin dan berusaha, kita bisa mendapatkan jodoh yang kita inginkan. Seorang pria telah berpacaran dengan gadis impiannya selama bertahun-tahun, dan dia yakin bahwa gadis itu adalah jodohnya. Selama berpacaran, badai dan karang telah mereka lalui bersama. Tak ada apapun di dunia yang bisa membatalkan rencana pernikahan mereka berdua. Pada hari yang telah ditentukan, upacara pernikahan mereka diselenggarakan dengan sangat meriah. Sang pria menunjukkan dengan bangga kepada teman dan kerabat, dia bisa menikahi gadis impiannya. Beberapa tahun kemudian seorang teman mendapati pria itu duduk sendirian di taman. Setelah berbincangbincang, teman tersebut mengetahui bahwa ia telah bercerai dari istrinya karena suatu alasan yang tidak disebutkannya. Sang teman mencoba menghibur dengan menceritakan pengalaman hidupnya. Bertahun-tahun lalu ia mencintai seorang gadis dan berupaya keras untuk menikahinya, tapi dengan berbagai macam alasan dan rintangan, ia harus say goodbye kepada mimpi dan berpisah dengan gadis itu. Beberapa waktu kemudian, diapun bertemu tanpa sengaja dengan seseorang yang kini menjadi ibu dari anakanaknya. Jodoh adalah rahasia Tuhan. Kita tidak pernah tahu apakah suami, istri,
ataukah kekasih kita saat ini adalah benar-benar soulmate atau jodoh kita. Tuhan telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam kitab suci. Masalahnya apakah kita bisa
menemukan belahan jiwa itu. Kita mungkin tidak pernah menyadari bahwa jodoh kita sebenarnya adalah orang yang selama ini ada di depan kita