Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karir. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2011

Arti Sebuah Kemenangan


Kemenangan itu bukan semata ketika kita berhasil mengalahkan lawan tangguh dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Pun bukanlah kemenangan sejati ketika kita berhasil mencapai semua impian kita dalam hidup dengan begitu mudah.

Kemenangan yang sejati adalah ketika kita berhasil bangkit dari sebuah keadaan terpuruk.  Kemenangan adalah ketika kita berhasil menghadapi sebuah cobaan dan tantangan dalam hidup. Kemenangan adalah ketika kita berhasil merubah  kegagalan menjadi sebuah keberhasilan.

Coba Anda renungkan ilustrasi berikut, kemenangan manakah yang Anda pilih?

Ilustrasi pertama,
Ada seorang anak SD (Sekolah Dasar), yang lahir dan tumbuh dari keluarga miskin. Karena kemiskinan keluarganya, sang anak pun harus rela ikut membantu ekonomi keluarga, mulai dari bercocok tanam di kebun di belakang rumah, membantu ibu berjualan keliling. Semua pekerjaan itu ia lakukan sebelum dan setelah pulang sekolah. Belum lagi kondisi alam yang keras, sehingga untuk sampai ke sekolah, sang anak harus naik perahu menyeberangi sungai besar, untuk kemudian berjalan kaki kiloan meter jauhnya untuk sampai di sekolahnya. Waktu belajar pun cuma bisa dilakukan di malam hari dalam kondisi yang sangat terbatas karena ketiadaan listrik. Hal ini dialami selama bertahun – tahun lamanya, namun sang anak tetap melaluinya dengan penuh ketegaran dan ketangguhan hatinya. Sampai akhirnya, sang anak dapat menamatkan sekolah dasarnya dengan hasil yang memuaskan, ranking satu lagi di sekolahnya.

Ilustrasi kedua
Ada seorang anak SD (Sekolah Dasar), ia lahir dan tumbuh di tengah – tengah keluarga yang serba berkecukupan. Ia tidak harus lagi memikirkan masalah ekonomi, segalanya tersedia dengan lengkap. Berangkat ke sekolah pun diantar jemput dengan mobil, waktu belajar tesedia cukup, belajarnya pun bisa dilakukan di ruangan yang nyaman, enak dan ber-AC. Sampai akhirnya sang anak pun menamatkan sekolahnya dengan hasil yang memuaskan atau bahkan ranking satu di sekolahnya.
Silahkan anda pilih, ilustasi mana yang menurut anda kemenangan atau kesuksesannya yang lebih berkesan. Anda tentu bisa menganalisanya :)


Senin, 16 Mei 2011

Raja Babylon dan Fokusnya

Seribu tahun sebelum masehi, raja babylon menangkap hidup - hidup seorang raja dari negara jajahannya yang terkenal sebagai raja yang sangat bijaksana. Saking irinya, raja babylon mempermainkan raja tanah jajahan tersebut dengan menelanjanginya dihadapan rakyatnya yang juga ditangkap sebagai Budak.

Rakyat jajahan yang ditangkap sebagai budak, dibagi menjadi 2 Kelompok, yaitu kelompok sisi kiri yang berisikan orang-orang yang MEMBENCI sang raja, dan kelompok kanan yang berisikan orang-orang yang SANGAT MENCINTAI sang raja. Lalu raja babylon memerintahkan sang raja tanah jajahan yang terlanjang tersebut untuk berjalan ditengah kedua kelompok tersebut sambil membawa guci besar berisi dengan air panas dikepalanya sejauh 500 Meter. Jika dalam jarak 500 meter tersebut sang raja tanah jajahan menumpahkan setetes air, maka ia bersama rakyatnya akan lansung dibunuh ditempat. Jika ia SUKSES berjalan sejauh 500 meter TANPA menumpahkan air, ia beserta rakyatnya akan DIBEBASKAN.

Kelompok sisi kiri lalu meneriakan sumpah serapah kepada sang raja tanah jajahan karena mereka membenci nya. Sedangkan kelompok sisi kanan meneriakan pujian dan semangat kepada sang raja untuk dapat terus berjalan hingga 500 meter tanpa harus menumpahkan setetes air pun. Akhirnya, dengan kaki gemetar, sang raja mulai berjalan ditengah-tengah teriakan kedua kelompok tersebut. Perlahan demi perlahan dia menuju 500 meter demi kebebasan dirinya dan rakyatnya.
100 Meter…
200 Meter…
300 Meter…
Hingga akhirnya dia sampai pada titik 500 meter tanpa menumpahkan setetes airpun. Raja BABYLON pun tertegun dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Lalu dia bertanya kepada sang raja tanah jajahan mengapa ia dapat membawa guci yang sangat berat disertai teriakan rakyatnya tanpa bergeming dan  menumpahkan setetes airpun. Raja tanah jajahan pun berkata, "Jika saya mendengarkan orang-orang yang MENGHINA saya, maka SEDIKIT SAJA saya menghela nafas kemarahan, maka TANGAN SAYA akan BERGEMING dan membuat air pada guci dikepala saya TUMPAH". "Jika saya mendengarkan orang-orang yang MEMUJI saya dan saya langsung BESAR KEPALA, maka saya akan MENJADI AROGAN dan MENERIAKAN SEMUA yang mendukung saya UNTUK BERONTAK dan tentu saja akan MATI SIA  - SIA karena jumlah mereka TIDAKLAH SEBANYAK dari pasukan babylon saat itu". "Oleh karena itu, APAPUN TERIAKAN ORANG yang saya dengar, saya TETAP FOKUS kepada TUJUAN saya untuk terus berjalan sejauh 500 meter DEMI KEBEBASAN".

Cerita tersebut tentu memberikan PELAJARAN BERHARGA kepada kita bukan?
Banyak orang TERLALU CEPAT TERBAWA EMOSI NEGATIF saat mereka menghadapi hinaan dan cacian yang pada dasarnya hanyalah omong kosong. Begitu pula banyak orang LANGSUNG pasang dada dan BERSIKAP selayaknya JAGOAN begitu mendapat pujian yang tentu saja HANYA mempermalukan diri mereka sendiri.

Selayaknya, kita harus mampu MENGIMBANGI respon yang kita berikan kepada orang-orang yang MENGANGKAT maupun yang MENJATUHKAN kita. Dan sudah SELAYAKNYA kita TETAP FOKUS kepada TUJUAN kita APAPUN yang dikatakan orang lain terhadap kita.

Selasa, 15 Februari 2011

Hilangkan Penundaan : Selalu Ada Hari Esok

Menunda adalah salah satu hal paling mudah untuk dilakukan dan juga merupakan hal paling sering kita lakukan. Hingga pada akhirnya sifat ini sangat sulit untuk dihilangkan, selalu saja ada alasan untuk menunda dan menunda suatu pekerjaan yang seharusnya sudah harus kita kerjakan.

Alasan dari penundaan untuk setiap orang bervariasi misalnya saja kita sering menunda karena kita merasa bahwa pekerjaan itu terlalu sulit dan berat untuk diakukan, penundaan juga terkadang karena kita merasa takut akan akibat dari apa yang akan kita lakukan.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menyingkarkan kebiasaan menunda ini? Tentu kesadaran akan tidak bergunanya sifat ini serta seberapa besar hasrat dan keinginan kita akan pekerjaan yang akan dilakukan, sangat menentukan. Beberapa hal dapat kita lakukan adalah :

1. Lakukanlah
            Apapun pekerjaan yang akan kita lakukan, agar penundaan dapat kita minimalisir maka lakukan dan ambillah langkah awal. Biasanya penundaan itu muncul karena pikiran dan anggapan negatif yang telah lebih dahulu muncul, padahal sebenarnya ketika kita telah berani memulainya, ternyata pekerjaan itu tidak sesulit dan seberat yang kita pikirkan.

2. Urai pekerjaan besar menjadi pekerjaan - pekerjaan kecil
            Penundaan juga terkadang kita lakukan karena tidak berani melakukan pekerjaan yang nampaknya besar atau sulit untuk kita lakukan. Agar hal bisa di atasi, maka uraikanlah pekerjaan itu menjadi beberapa bagian hingga menjadi pekerjaan - pekerjaan kecil yang dapat kita kendalikan. Ketika Anda harus membersihkan sebuah ruangan yang berdebu dengan sampah dan tumpukan berbagai barang yang berserakan di mana - mana. Maka melihatnya saja tentu sudah menyiutkan semangat kita, tapi coba mulailah dengan membersihkan sampahnya terlebih dahulu, setelah itu baru menata barang yang tadi berserakan. Dengan ini maka tentunya pekerjaan itu akan terasa lebih ringan dan mudah untuk dilakukan.

3. Abaikan gangguan - gangguan yang ada
            Ketika menghadapi pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Tidak ada salahnya apabila Anda mengabaikan hal - hal kecil yang dapat mengganggu, panggilan telpon atau SMS biasanya dapat menyebabkan konsentrasi menjadi buyar, sehingga tanpa pikir panjang, pekerjaan yang tengah  dilakukan lansung Anda tinggalkan. Lagi  - lagi pekerjaan Anda yang jadi berantakan dan tertunda.

4. Fokus pada rencana
             Pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah mulai dikerjakan. Karena jika Anda tidak memiliki waktu yang cukup, sementara pekerjaan Anda belum selesai sehingga harus terhenti, biasanya untuk memulainya kembali agak susah. Satu hal lagi yang harus diperhatikan, melakukan pekerjaan dengan terburu - buru, bukan hanya bisa mengacaukan namun hal tersebut malah akan menyebabkan Anda stres. Istirahat untuk sesaat dan tetaplah fokus untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.