Rabu, 16 Februari 2011

Hasrat Untuk Berubah

Seorang bapak tua yang tengah terbaring dalam keadaan menunggu saat - saat terakhir dalam hidupnya. Ketika masih muda, dengan semangat, hasrat dan tekad yang dimilikinya, ia berjuang untuk merubah dunia. Namun apa yang ia harapkan, ternyata dunia tidak berubah. Ia pun menurunkan hasratnya dari ingin mengubah dunia, menjadi hanya ingin mengubah negerinya, namun negerinya pun tidak berubah seperti yang ia harapkan. Seiring dengan berjalannya waktu serta pertambahan usianya, agar tidak sia - sia, ia pun menurunkan kembali hasratnya, dari mengubah negerinya menjadi hasrat untuk mengubah keluarganya. Lagi - lagi keinginannya tersebut tidak berhasil, keluarganya tidak mau berubah.

Kini, di saat ia tengah terbaring tak berdaya, ia pun tersadar, andai waktu itu ia mengubah dirinya sendiri, memberikan contoh dan teladan yang baik, mungkin saat itu keluarganya bisa berubah. Dan dari keluarganya mungkin saja bisa mengubah negerinya, dan dengan demikian maka dunia pun tidak mustahil bisa ia ubah menjadi lebih baik.

Ternyata,
Untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik, maka semuanya harus dimulai dengan mengubah diri sendiri menjadi lebih baik terlebih dahulu. Memberi contoh dan teladan adalah lebih baik ketimbang sejuta aksi dan orasi yang tanpa makna dan arti.

Air Mata Kehidupan

Seorang anak pernah bertanya kepada ibunya, "Ibu, kenapa ibu menangis?", sang ibu menjawab, "Karena ibu adalah wanita anakku". Sang anak pun berlalu tanpa mengerti apa maksud perkataan ibunya. Karena tidak puas dengan jawaban sang ibu, anak ini pun bertanya kepada ayahnya, "Ayah, mengapa ibu menangis?" Ayahnya menjawab, "Wanita memang suka menangis anakku". Lagi - lagi sang anak tidak puas dengan jawaban dari ayahnya.

Hingga pada suatu malam, dalam tidurnya sang anak bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. Tuhan, "Mengapa wanita mudah sekali menangis?". Dalam mimpi sang anak, Tuhan menjawab, "Wanita kuciptakan sebagai mahkluk yang sangat utama, ia kuciptakan dari tulang rusuk agar dapat menahan beban dunia dan seluruh isinya, dengan itu pula ia dapat menahan kepala bayi yang sedang tertidur dalam pangkuannya".
"Pada wanita juga kuberikan rahim dan kekuatan untuk melahirkan, walau sering kali ia menerima cacian dan cercaan dari anaknya sendiri". "Pada wanita kuberikan ia kesabaran untuk merawat dan mengasuh keluarganya, walau ia terkadang tersakiti". Tuhan kembali melanjutkan "Kuberikan pula pada wanita perasaan yang peka dan kasih sayang, untuk mencintai suaminya dan anaknya dalam situasi dan kondisi apapun serta sampai kapanpun, walau ia sendiri sering dilupakan dan disakiti oleh anaknya". "Pada wanita pula kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan penyadaran dan pengertian kepada suaminya, bahwa suami yang baik itu adalah suami yang tidak melukai hati istrinya".

"Dan pada akhirnya, pada wanita telah kuberikan ia dengan air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah pemberianku yang khusus kepada wanita agar dapat digunakan kapanpun. Hanya ini pulalah kelemahan yang dimiliki wanita, walau sebenarnya air mata yang dikeluarkannya adalah air mata kehidupan".

Anak ini pun terbangun dari mimpinya, tanpa sadar air matanya telah berurai, sang anak pun teringat akan kebaikan dan kasih sayang yang telah diberikan oleh ibunya, namun sampai sekarang ia menyadari ,bahwa ia belum sempat mengucapkan terima kasih secara sungguh - sungguh kepada sang ibu.

Semoga cerita ini bisa memberikan penyadaran kepada kita, bahwa ibu adalah bukti nyata akan adanya kasih sayang seorang wanita yang tak pernah hilang sampai kapan pun, di mana pun dan dalam keadaan apapun. Ibu adalah "Air Kehidupan" kita.

Selasa, 15 Februari 2011

Hilangkan Penundaan : Selalu Ada Hari Esok

Menunda adalah salah satu hal paling mudah untuk dilakukan dan juga merupakan hal paling sering kita lakukan. Hingga pada akhirnya sifat ini sangat sulit untuk dihilangkan, selalu saja ada alasan untuk menunda dan menunda suatu pekerjaan yang seharusnya sudah harus kita kerjakan.

Alasan dari penundaan untuk setiap orang bervariasi misalnya saja kita sering menunda karena kita merasa bahwa pekerjaan itu terlalu sulit dan berat untuk diakukan, penundaan juga terkadang karena kita merasa takut akan akibat dari apa yang akan kita lakukan.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menyingkarkan kebiasaan menunda ini? Tentu kesadaran akan tidak bergunanya sifat ini serta seberapa besar hasrat dan keinginan kita akan pekerjaan yang akan dilakukan, sangat menentukan. Beberapa hal dapat kita lakukan adalah :

1. Lakukanlah
            Apapun pekerjaan yang akan kita lakukan, agar penundaan dapat kita minimalisir maka lakukan dan ambillah langkah awal. Biasanya penundaan itu muncul karena pikiran dan anggapan negatif yang telah lebih dahulu muncul, padahal sebenarnya ketika kita telah berani memulainya, ternyata pekerjaan itu tidak sesulit dan seberat yang kita pikirkan.

2. Urai pekerjaan besar menjadi pekerjaan - pekerjaan kecil
            Penundaan juga terkadang kita lakukan karena tidak berani melakukan pekerjaan yang nampaknya besar atau sulit untuk kita lakukan. Agar hal bisa di atasi, maka uraikanlah pekerjaan itu menjadi beberapa bagian hingga menjadi pekerjaan - pekerjaan kecil yang dapat kita kendalikan. Ketika Anda harus membersihkan sebuah ruangan yang berdebu dengan sampah dan tumpukan berbagai barang yang berserakan di mana - mana. Maka melihatnya saja tentu sudah menyiutkan semangat kita, tapi coba mulailah dengan membersihkan sampahnya terlebih dahulu, setelah itu baru menata barang yang tadi berserakan. Dengan ini maka tentunya pekerjaan itu akan terasa lebih ringan dan mudah untuk dilakukan.

3. Abaikan gangguan - gangguan yang ada
            Ketika menghadapi pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Tidak ada salahnya apabila Anda mengabaikan hal - hal kecil yang dapat mengganggu, panggilan telpon atau SMS biasanya dapat menyebabkan konsentrasi menjadi buyar, sehingga tanpa pikir panjang, pekerjaan yang tengah  dilakukan lansung Anda tinggalkan. Lagi  - lagi pekerjaan Anda yang jadi berantakan dan tertunda.

4. Fokus pada rencana
             Pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah mulai dikerjakan. Karena jika Anda tidak memiliki waktu yang cukup, sementara pekerjaan Anda belum selesai sehingga harus terhenti, biasanya untuk memulainya kembali agak susah. Satu hal lagi yang harus diperhatikan, melakukan pekerjaan dengan terburu - buru, bukan hanya bisa mengacaukan namun hal tersebut malah akan menyebabkan Anda stres. Istirahat untuk sesaat dan tetaplah fokus untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.

Senin, 14 Februari 2011

Amarah dan Bahayanya

Suatu ketika, ada seorang pemuda yang sangat pemarah. Untuk mengurangi rasa marahnya, sang ayah memberikan sekantong paku kepada pemuda ini, dan menyuruhnya untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang rumah mereka setiap kali ia marah.

Pada hari pertama, karena sifat pemarahnya, pemuda ini telah memakukan 48 buah paku di pagar. Lalu pada hari berikutnya, secara bertahap jumlahnya makin berkurang. Pemuda ini pun menyadari kalau menahan amarahnya lebih mudah ia lakukan ketimbang harus memakukan paku di pagar. Hingga pada akhirnya, ia pun telah dapat menguasai amarahnya dan menjadi lebih sabar dari sebelumnya.

Ayahnya pun kemudian menyuruh anak muda ini untuk mencabut setiap paku yang telah ia pakukan di pagar, dan dalam beberapa hari paku - paku tersebut telah ia cabut semuanya. Sang ayah kemudian menuntun anaknya ke pagar dan mengatakan, "Kamu telah berhasil anakku, tapi lihatlah lubang - lubang yang ada di pagar ini, pagar ini tidak akan pernah bisa kembali seperti semula, lubang ini akan tetap ada. Anakku, ketika kamu mengatakan sesuatu dalam keadaan marah, maka kata - katamu akan meninggalkan bekas di hati orang lain seperti halnya lubang yang ada di pagar ini". Sang ayah pun melanjutkan, "Kamu bisa saja meminta maaf atas kemarahanmu, tetapi tidak peduli berapa pun kamu minta maaf, bekas luka itu akan tetap ada".

Semoga kisah ini memberikan inspirasi dan penyadaran kepada kita agar sebisa mungkin mengendalikan kata - kata terlebih lagi jika dalam keadaan marah. Karena luka dan sakit yang ditimbulkan di hati orang yang kita sakiti akan sangat sulit untuk disembuhkan. Seperti kata orang bijak, luka karena pedang sangatlah mudah di cari obatnya, tetapi luka hati karena kata - kata, kemana akan di cari obatnya?.

Minggu, 13 Februari 2011

Pasangan Pilihan Tuhan

Suatu malam seorang anak muda berdoa kepada Tuhan, " Tuhan, berikanlah aku jodoh dan pasangan yang baik hati, jujur, lemah lembut, mudah mengampuni, hangat, pintar, penuh pengertian, ramah dan humoris". Doa mana setiap saat selalu dipanjatkan oleh anak muda tersebut. Hingga pada suatu malam di saat ia berdoa dalam hatinya, ia mendengar suara Tuhan, " Anak muda, saya tidak dapat mengabulkan permintaanmu ", "kenapa Tuhan", tanya anak muda tersebut. Tuhan menjawab, " Aku ini Tuhan, yang maha adil dan akan selalu berlaku adil, dan Aku adalah kebenaran dan segala yang Ku lakukan adalah benar ". Anak muda ini kemudian berkata, " Tuhan, aku ini belum mengerti mengapa Engkau tidak dapat mengabulkan permintaanku". Tuhan menjawab, " Anak muda, Aku akan jelaskan kepadamu, adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran apabila Aku memberikan sesuatu yang tidak pantas dan tidak sesuai dengan engkau". Tidaklah adil bagiku untuk memberikan kepadamu pasangan yang jujur sementara engkau sendiri belum dapat berkata jujur, atau pasangan yang lemah lembut sementara engkau sendiri masih sering berlaku kasar, juga tidaklah adil bagiku memberikan pasangan yang mudah mengampuni, sementara engkau sendiri masih diliputi oleh dendam, dengki dan iri hati. Pun bukanlah keadilan dan kebenaran bagiku, untuk memberimu pasangan yang ramah dan penuh pengertian, sementara engkau sendiri masih sering berlaku kasar dan egois ". 

" Anak muda ", kata Tuhan, " Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu pasangan yang akan membuatmu menemukan kualitas yang engkau cari, daripada Aku memberikan kepadamu pasangan yang sudah memiliki semuanya itu ". Aku akan memberimu pasangan dari tulangmu dan dagingmu sendiri, sehingga dengannya engkau akan melihat dirimu sendiri dalam dirinya, sehingga kalian berdua akan menjadi satu.

Hikmah dari cerita ini adalah bahwa manusia diciptakan berpasangan agar dapat saling memahami dan menyesuaikan diri dan saling menyenangkan satu sama lain. Tuhan memberikan sesuatu kepada kita sesuai dengan maqam (tingkatan kita di hadapan Tuhan) dan derajat kita.

Kue Pernikahan Islam

Bahan :
1 lelaki sehat,
1 perempuan sehat,
100% komitmen,
2 pasang restu orang tua,
1 botol kasih sayang murni.

Bumbu :
1 potong besar humor,
25 gr rekreasi,
1 bungkus doa,
2 sdt saling menelepon,
5 kali ibadah/hari
(Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang).

Cara Memasak :
1. Laki-laki dan perempuan dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
2. Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata.
3. Masukkan niat yang murni kedalam loyang dan panggang dengan api merata sekitar 30 menit di depan penghulu.
4. Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami dengan bumbunya.
5. Kue siap dinikmati.

Tips memasak :
1. Pilih lelaki dan perempuan yang benar-benar matang dan seimbang.
2. Jangan yang satu terlalu tua dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
3. Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK atau PARTY karena walaupun modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan.
4. Gunakan Kasih sayang cap "DAKWAH" yang telah mendapatkan penghargaan ISO dari Departemen Kesehatan dan Kerohanian.

Catatan :
Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan hangat. Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa
potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah". Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Selamat mencoba, dijamin semuanya halal!

Hati Yang Sempurna

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya yang indah. Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan, tampil ke depan dan berkata "Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?".
Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ; namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?
Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa "Anda pasti bercanda, pak tua", katanya. "Bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah sempurna sedangkan
hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan". "Ya", kata pak tua itu," Hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini
adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk menutup
kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang
kasar, yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak membalas
dengan memberikan potongan hatinya. Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan.Meskipun bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu
mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan mengisi lubanglubang itu. Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang sesungguhnya
itu?" Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian
menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat ke dalam hatinya, yang tidak lagi sempurna tetapi kini
lebih indah dari sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah mengalir ke dalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.