Selasa, 27 September 2011

Tips Untuk Meningkatkan "Mood"

Butuh sedikit tambahan energi untuk membuat hari lebih berarti. Bukan dari zat-zat yang bikin adiksi, tetapi dari hal-hal kecil yang penuh arti. Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan sehari-hari dari Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project. Tips yang ringan dan instan.

Keluar ruangan
Riset membuktikan bahwa sinar matahari bisa menstimulasi zat kimia dalam otak, yang bisa meningkatkan mood. Anda bisa mendapatkan efek baik dari sinar matahari tersebut di pagi hari, saat matahari mulai bersinar. Jangan sengaja berada di bawah sinar matahari di siang hari dalam waktu lama, apalagi tanpa proteksi tabir surya, berbahaya bagi kulit.

Berjalan kaki
Saat Anda sudah berada di luar ruangan, sekalian saja berjalan kaki setidaknya 10 menit dengan kecepatan sedang. "Aktivitas fisik bisa mendorong sirkulasi darah dalam tubuh Anda, meredakan ketegangan otot tubuh, sekaligus menurunkan stres.

Tersenyum
Tersenyum pun bisa membantu meningkatkan perasaan positif kita. Tak hanya perasaan yang memengaruhi tingkah laku kita. Tingkah laku pun bisa mempengaruhi perasaan. Tersenyum adalah salah satunya. Buat diri Anda tambah bahagia dalam seketika dengan tersenyum, bernyanyi, dan menaruh energi lebih pada suara Anda.

Musik
Mendengarkan musik favorit atau lantunan lagu-lagu yang menstimulasi tubuh bisa memberikan energi dan semangat lebih.

Cari teman yang energik

Anda pasti kenal satu atau dua teman yang, entah bagaimana caranya, selalu memiliki energi ekstra untuk beraktivitas. Cari tahu apa teman Anda itu punya waktu luang, lalu berbincanglah dengannya. Ada yang namanya "penularan emosi" yang bisa membantu Anda ketularan jadi lebih ceria. Ketimbang menularkan emosi negatif kepada orang-orang di sekitar Anda, tularkan diri Anda dengan "virus semangat" dari orang-orang yang punya energi positif.

Kerjakan yang terpenting
Punya banyak tugas yang belum terselesaikan? Jangan bingung, buat to-do list. Lalu, coret hal-hal yang sudah berhasil Anda selesaikan. Melihat begitu banyak tanda centang pada hal yang berhasil Anda kerjakan akan membuat Anda makin bersemangat menyelesaikan hal yang lain.

Bersihkan
Bagi kebanyakan orang, kerapian di luar memberikan ketenangan batin. Jika Anda mulai merasa banyak hal yang berantakan, coba bereskan, mulai dari lingkungan sekitar Anda.

Melompatlah!
Melompat beberapa kali ternyata bisa memberikan energi pada diri Anda. Anda akan merasa sedikit konyol, tetapi itulah yang membuatnya jadi seru.

Melakukan hal-hal baik untuk orang lain

Dengan melakukan hal baik untuk orang lain, Anda akan merasa lebih baik. Coba lakukan sesuatu yang menyenangkan orang lain. Entah itu dengan hal kecil, seperti berbagi barang yang berlebih dan tersimpan begitu saja di lemari, atau memberikan sedekah kepada yang memerlukan lewat badan yang sah.

Cari alasan untuk bersyukur
Ada begitu banyak hal dalam keseharian yang seharusnya Anda syukuri. Kemampuan Anda untuk membaca tulisan ini saja sudah sepantasnya disyukuri. Ada banyak orang yang tak memiliki kenyamanan seperti yang Anda miliki saat ini. Selain itu, bersyukur juga melemahkan perasaan amarah dan rasa kesal.

Minggu, 21 Agustus 2011

Perbedaan Hobi dengan Kecanduan

Sekilas, tidak terdapat perbedaan antara menekuni suatu hobi dengan bentuk bentuk kecanduan, seperti kecanduan modif mobil, kecanduan motor gede, kecanduan HP, kecanduan internet, dsb. yaitu sama sama memiliki minat yang lebih terhadap suatu benda atau aktifitas.

Yang membedakan keduanya, terletak pada intensitas minat dimana hobi secara relatif masih memiliki kendali atas subjek yang disukai, dibanding dengan bentuk bentuk kecanduan.

Pada kebanyakan profesional, hobi dijadikan sebagai sarana jeda atau pengalih perhatian setelah seharian atau beberapa hari serius bekerja sehingga memberi kesempatan pikiran beristirahat, untuk kemudian siap kembali menjadi pribadi yang lebih produktif.

Sementara bagi pecandu, subjek atau aktifitas tertentu dijadikan sebagai sarana menghindari sumber stres atau lari dari masalah, sehingga bukan tidak mungkin timbul ketergantungan yang sangat hebat seperti kecanduan judi, kecanduan seks, kecanduan pornografi, kecanduan facebook dsb.

Padahal resiko kecanduan terhadap subjek atau aktifitas tertentu justru lebih sulit dihilangkan, dibanding resiko saat kita terpapar dengan sumber stres itu sendiri karena manusia secara alamiah selalu menjauhi atau menghindari sumber stres dan mendekati sumber sumber kenyamanan.

Seseorang yang "jedanya" terlalu lama alias kecanduan, praktis pertumbuhan emosionalnya terhenti, karena biasanya enggan mencoba hal yang baru, padahal "tantangan" seringkali diperlukan seseorang untuk naik ke status sosial yang lebih tinggi.

Untuk itu, sebelum kita menjalankan aktifitas sehari hari seperti kuliah, berkeluarga, bekerja ataupun kehidupan sosial lainnya, pastikan diri kita telah terbebas dari hambatan pribadi seperti fobia sosial, peragu, insomnia dsb. sehingga penggunaan enerji emosional benar benar efisien dan terfokus.

Hal itu pula yang menyebabkan, mengapa seseorang yang menjadikan hobi sebagai pekerjaan, berpotensi mencapai performa terbaiknya karena seluruh dimensi waktu, tenaga, biaya dan pikiran benar benar tercurah pada subjek tanpa perlu merasa sedang bekerja, melainkan sedang bersenang senang.

Dan dengan cara berpikir yang sama, Andapun berpotensi meraih prestasi terbaik, jika menganggap pekerjaan Anda saat ini sebagai sarana rekreasi, bukan beban.


Senin, 01 Agustus 2011

Pahala Shalat Tarawih

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali Bin Abi Thalib, Rasulullah SAW ketika ditanya tentang pahala shalat Tarawih

Malam pertama : seorang mu'min akan keluar bebas dari dosanya seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.

Malam kedua : diampunilah dosanya dan dosa kedua orang tuanya.

Malam ketiga : berteriaklah Malaikat dari bawah Aresy, Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu.

Malam keempat : ia diberikan pahala seakan-akan telah membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan Al'Quran.

Malam kelima : ia diberi Allah pahala orang yang telah sembahyang di mesjid Alharam, mesjid Madinah mesjid Al- Aqsa.

Malam keenam :ia diberi Allah pahala orang yang bertawaf di baitullah dan memintakan ampun baginya segala pasir dan batu.

Malam ketujuh : ia seakan-akan telah mengalami masa nabi Musa dan membelanya terhadap Fir'aun dan Haman.

Malam kedelapan : Allah SWT memberikan padanya apa yang telah diberikan kepada nabi Ibrahim As.

Malam kesembilan : seakan-akan ia telah beribadah kepada Allah seperti ibadahnya nabi Muhammad SAW.

Malam kesepuluh : dikaruniakan oleh Allah kebaikan dunia dan akhirat.

Malam kesebelas : ia keluar dari dunia bersih bebas dari dosa seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.

Malam keduabelas : ia akan tiba di hari kiamat dengan wajah berseri-seri, bercahaya seperti bulan purnama.

Malam ketigabelas : akan tiba di hari kiamat terhindar dari segala keburukan.

Malam keempatbelas : ia memperoleh kesaksian dari Malaikat bahwa ia telah melakukan shalat Tarawih dan karenanya ia tidak menghadapi hisab.
Malam kelimabelas : para Malaikat pendukung Aresy membacakan shalawat untuk dia.

Malam keenambelas : Allah mencatat kebebasannya dari api neraka.

Malam ketujuhbelas : diberi pahala nabi - nabi.

Malam kedelapanbelas : ia dipanggil oleh Malaikat, hay hamba Allah ketahuilah bahwa Allah telah meridhoi engkau dan meridhoi kedua orang tuamu.

Malam kesembilanbelas : Allah mengangkat derajat tingkatnya dalam surga Firdaus.

Malam keduapuluh : diberinya pahala para syuhada dan orang - orang shaleh.

Malam keduapuluh satu : Allah membangun baginya sebuah rumah dari cahaya di dalam surga.

Malam keduapuluh dua : tiba di hari kiamat terhindar dari segala rasa duka dan sesak hati.

Malam keduapuluh tiga : dibangunkan oleh Allah baginya sebuah kota di dalam surga.

Malam keduapuluh empat : dikabulkan 24 doa daripadanya.

Malam keduapuluh lima : dibebaskan oleh Allah dari azab dalam kubur.

Malam keduapuluh enam : diberinya pahala 40 tahun.

Malam keduapuluh tujuh : ia akan melewati jembatan zirath secepat kilat.

Malam keduapuluh delapan : akan diberinya seribu tingkat di surga.

Malam keduapuluh sembilan : diberi Allah pahala seribu kali perjalanan haji yang makbul.

Malam ketigapuluh : berfirman Allah padanya ; Hay hambaku makanlah buahan - buahan surga, mandilah dengan air salsabil dan minumlah dari air kautsar, Aku Tuhanmu dan engkau hambaku.

Jumat, 29 Juli 2011

Ramadhan Bulan 'Latihan'

Alangkah indahnya bulan Ramadhan, Siangnya bernuansa puasa, menahan diri dari nafsu dunia, makan, minum, dan bersetubuh di siang hari. Sementara malamnya khusyuk dalam ibadah lail, berdzikir, dan membaca Al Quran".

Namun saya heran, katanya Ramadhan adalah bulan untuk mengendalikan hawa nafsu, tetapi mengapa justru ketika bulan Ramadhan tingkat konsumsi masyarakat meningkat tajam?. Bukankah seharusnya di bulan ini kita semakin hemat, semakin sederhana dalam urusan dunia, minimal dalam urusan makan minum dan pakaian. Lalu nafsu apakah sebenarnya yang dikendalikan jika kita hanya memindahkan makan pagi dan siang menjadi makan waktu berbuka dan sahur? Yang lebih ironis lagi, ketika waktu berbuka tiba seakan tidak ada lagi pengendalian diri, kita kembali bebas untuk melakukan semuanya semau kita. Rutinitas keduniaan yang sempat 'ter-cancel' di siang hari, begitu magrib tiba semuanya seakan telah bebas untuk kita lakukan kembali. Di mana makna puasa yang telah kita lakukan di siang harinya? 

Kalau di dalam bulan Ramadhan saja, makna puasa tidak muncul dalam diri kita, maka bagaimana lagi di luar bulan Ramadhan nanti? Masih adakah kegiatan ibadah, masih adakah bacaan Qur'an, zikir, bertasbih dan amalan - amalan lainnya?

Sesungguhnya, bulan ramadhan adalah bulan training, bulan untuk melatih diri. Berhasil tidaknya kita dalam menjalani 'latihan' Ramadhan, hasilnya akan terlihat nanti di luar bulan Ramadhan. Jika kegiatan dan rutinitas ibadah dapat tetap kita pertahankan dan bahkan meningkat di luar bulan Ramadhan, maka SELAMAT ! kita telah berhasil menjalani 'latihan' Ramadhan. Sebaliknya, jika ibadah kita setelah bulan Ramadhan menunjukkan penurunan, maka berarti kita adalah orang yang gagal menjalani 'latihan' dan tempaan Ramadhan.

Marhaban Ya Ramadhan...







Senin, 25 Juli 2011

Kekuatan Doa

'' Ketika hati tak kuasa lagi memikul beban yang ada, maka ikhlaskan, bersujudlah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT ".

Tidak selamanya jalan kehidupan kita berjalan dengan mulus sesuai dengan yang direncanakan. Terkadang dan bahkan sering berliku, menanjak dan banyak onak serta duri yang menghadang. Inilah takdir kehidupan yang ketetapannya berada dalam genggaman Allah SWT.

Oleh karena itu, dibutuhkan kekuatan yang mampu menyelaraskan dan menyeimbangkan antara keinginan seorang hamba dengan ketetapan Allah sebagai penguasa, dan kekuatan itu tiada lain adalah DOA.

DOA menjadi penghubung yang ampuh antara seorang hamba dengan Tuhannya. Ketika ikhtiar telah dilaksanakan dengan sungguh - sungguh, maka DOA adalah jalan penghubung untuk tercapainya maksud dan tujuan dari setiap ikhtiar dan usaha.

Rabu, 20 Juli 2011

Laporan ABS ( Asal BOSS Senang )

Di sebuah negeri yang entah berantah, hiduplah seorang raja yang cukup terkenal dan disegani oleh rakyatnya. Di suatu pagi yang cerah, sang raja mengumpulkan semua hulubalang dan pejabat tinggi di negerinya. Sang raja ingin mengetahui perkembangan rakyatnya, tampillah seorang hulubalang, ia adalah kepala dari pejabat - pejabat di negeri tersebut. Ia melaporkan kepada sang raja bahwa keadaan negeri aman, tenteram, rakyat dapat menjalankan kegiatan sehari - harinya dengan aman tanpa gangguan apapun. Tidak ketinggalan hulubalang melaporkan bahwa semua aturan dan kebijakan dari sang raja telah dilaksanakan oleh rakyat dengan sebaik - baiknya dan tidak ada pelanggaran yang berarti. Mendengar laporan hulubalang, sang raja pun tampak senang dan sumringah karenanya. Tak lupa sang raja berpesan agar keadaan tersebut tetap dipertahankan. Menjelang siang, pertemuan pun berakhir.

Jauh di luar istana sang raja, di dalam sebuah hutan lebat, tinggallah seorang pertapa tua yang bijaksana. Ia mengasingkan diri dan memilih hidup sendiri di tengah hutan belantara. Di siang hari, pekerjaannya adalah berusaha menanami kembali hutan yang rusak akibat pohonnya telah banyak ditebang oleh penduduk sekitar. Sang pertapa hidup dengan sangat sederhana, ia tinggal dalam sebuah gubuk kecil yang terbuat dari pohon kayu, berdinding dan beratapkan daun pohon yang ia rajuk sendiri. Untuk kebutuhan makan sehari - harinya, ia mengambil dari biji - bijian buah - buahan yang ia tanam sendiri di sekitar gubuknya.

Pada suatu malam, tepatnya di malam purnama, keluarlah sang pertapa tua, ia turun dari hutan dan mendatangi perkampungan yang ada di sekitarnya. Sesuai dengan kebiasan masyarakat di kampung tersebut, setiap malam purnama diadakan pesta besar - besaran di rumah kepala kampung atau kepala suku, pesta ini biasanya digelar selama tiga malam. Pestanya pun sangat ramai, semua penduduk berkumpul, aneka makanan dan minuman disiapkan untuk para tamu, semua penduduk bebas dan bisa ikut berpesta.

Ketika sampai di rumah kepala suku tempat pesta digelar, masuklah sang pertapa ini ke dalam rumah dan berbaur dengan penduduk lainnya. Semua orang nampak begitu gembira, tak lupa musik dan tarian lokal dipertunjukkan. Ketika hendak minum, tiba - tiba datang seorang anak muda dengan pakaian yang sangat tidak sopan menurut aturan dan tata keramah di kampung tersebut, di tangannya memegang botol minuman, dan secara tiba - tiba, anak muda ini menampar wajah sang pertapa sehingga ia pun terjatuh. Betapa kagetnya pertapa ini, belum sempat ia berdiri, anak muda ini kembali menamparnya dan menyiramkan minuman ke tubuhnya. Dengan wajah yang kesal, sang pertapa meninggalkan pesta dan kembali ke gubuknya di tengah hutan.

Pagi harinya, dengan perasaan yang masih jengkel akibat perlakuan anak muda semalam, sang pertapa menuju ke istana dan bermaksud untuk bertemu dengan sang raja. Sebagai pertapa yang disegani di negerinya, sang pertapa pun diperbolehkan menghadap sang raja. Ketika bertemu, pertapa ini menceritakan kepada sang raja bahwa semalam ia baru saja mendatangi sebuah pesta yang sangat ramai, semua penduduk larut dalam kegembiraan. Mendengar penuturan sang pertapa, sang raja tampak penasaran dan ingin mendatangi lansung pesta tersebut.

Pada malam harinya, sang raja pun berangkat sendiri menuju kampung tempat digelarnya pesta. Ia sengaja menyamar agar tidak diketahui oleh rakyatnya. Begitu sampai ia lansung masuk ke dalam, belum sempat ia duduk, seorang anak muda datang menghampiri dan lansung menampar wajahnya hingga ia terjatuh, sebelum ia berdiri, anak muda ini kembali menamparnya. Alangkah marahnya sang raja mendapat perlakuan seperti ini. Karena kesal dan marah ia pun lansung meninggalkan tempat pesta dan pulang ke istananya.

Pagi harinya begitu ia terbangun, sang raja lansung memerintahkan pengawal istana untuk memanggail sang pertapa. Ketika datang, dengan wajah yang masih kelihatan marah, sang raja bertanya, "Pertapa, kenapa kamu menyuruh saya mendatangi pesta itu, kamu ingin mencelakakan saya ya", tanya sang raja. "Memangnya baginda raja mendapat perlakuan apa di pesta tersebut?", tanya sang pertapa. "Sudahlah sang pertapa, kamu sudah tahu, kamu sengaja ya ingin balas dendam kepada saya karena mendapat perlakuan dari anak muda tersebut", jawab sang raja. "Mohon ampun baginda raja, saya tidak bermaksud seperti itu, saya hanya ingin agar baginda raja dapat melihat dan mengetahui sendiri bagaimana keadaan masyarakat baginda di luar sana, karena selama ini baginda raja hanya mendapatkan laporan dari para pejabat dan hulubalang istana baginda", jawab sang pertapa. Mendengar jawaban ini, sang raja terdiam, ia pun tidak menyalahkan sang pertapa.

Atas kejadian tersebut, sang raja memerintahkan pengawalnya untuk menangkap anak muda, dan akhirnya anak muda ini pun mendapatkan hukuman berat.

Moral dari cerita ini sebenarnya adalah, bagaimana dengan keadaan di negeri kita tercinta, sudahkah pemimpinnya mendapatkan laporan yang benar dan akurat tentang keadaan dan permasalahan yang dihadapi oleh rakyat? Tidakkah laporan yang mereka dapatkan itu adalah laporan asal - asalan, laporan ABS ( Asal BOSS Senang) ???













Selasa, 19 Juli 2011

Cinta Dan Waktu

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan karena ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai dan mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. 
 
Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu. ”Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!” teriak Cinta. ”Aduh! Maaf, Cinta!” kata Kekayaan. “Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini”. Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali.
 
Namun dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. “Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta. Namun kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta. Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik.
 
Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini”, sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. 
 
Saat itu lewatlah Kesedihan. ”Oh, Kesedihan. Bawalah aku bersamamu”, kata Cinta. ”Maaf Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja...” kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya. Cinta putus asa. Ia merasakan air semakin naik dan akan menenggelamkannya.
 
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara. ”Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!” Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. ”Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu” kata orang itu. ”Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman teman yang mengenalku pun enggan menolongku” tanya Cinta heran. ”Sebab” kata orang itu ”Hanya Waktulah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu...”