Kamis, 09 Februari 2012

Lakukan Saja, Yakin Pasti Bisa!!!

Apa yang Anda lakukan ketika Anda memiliki sebuah ide cemerlang, gagasan yang bagus untuk direalisasikan. Namun pada saat Anda mengutarakannya ke orang - orang terdekat Anda, ternyata mereka menolak, mencemooh bahkan meremehkan gagasan Anda tersebut? Lansung berhenti, menyerah untuk kemudian berkata ya Sudahlah!.

Penolakan serta dianggap remeh adalah hal yang wajar dan akan sering Anda temui ketika Anda sudah mengambil langkah untuk meraih sebuah kesuksesan. Bahkan seringkali penolakan akan menjadi 'makanan' sehari - hari dalam upaya meraih tujuan Anda. Salahkah mereka yang meragukan Anda? Tentu Tidak! Karena tidak semua orang sama, dan tidak semua orang memiliki pemikiran yang lebih maju seperti Anda. Salah tidaknya semua ada di tangan Anda. Ketika Anda yakin dengan ide besar serta gagasan cemerlang yang Anda miliki, lalu kemudian berhenti dan mundur, maka di situlah letak kesalahannya, ya kesalahan terletak pada diri Anda sendiri. Semua penolakan tidak akan berarti apa - apa jika Anda sendiri tidak memberinya ruang untuk melemahkan Anda.

Jika yakin dengan kemampuan serta ide Anda, maka LANJUTKAN! Segera ambil tindakan nyata untuk mewujudkannya, jangan berhenti karena penolakan dari orang - orang sekitar. Orang yang lebih sering menolak dan meragukan Anda, pada dasarnya adalah orang - orang bermental 'kerdil' yang mencari teman dan kawan atas ketidakmampuan mereka sendiri.

Selamat hari Kamis dan sukses untuk anda semua :)



Jumat, 13 Januari 2012

Pahami dan Mengerti!

Di suatu kampung yang agak terpencil, hiduplah satu keluarga kecil dengan dua orang anak laki - laki yang beranjak kanak-kanak. Seperti kebiasaan mereka, setiap pagi sang ayah mengajak anaknya memancing ikan di kolam belakang rumah mereka. Setelah ikan yang mereka dapatkan cukup banyak, sang ayah dengan kedua anaknya pun kembali ke rumah. Di dalam rumah, sang istri telah menunggu dan berharap hari ini hasil pancingan mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan makan pagi mereka sekeluarga. Alangkah senangnya hati wanita ini ketika melihat hasil pancingan suami dan anak-anaknya, ikan yang mereka dapatkan cukup banyak dan besar. Sang istri kemudian dengan lincahnya mengambil ikan untuk kemudian membersihkan dan memasaknya sesuai dengan kegemaran suami dan anak-anaknya.

Setelah siap, sang istri kemudian mengajak suami dan anaknya untuk menikmati ikan tersebut, dan ia pun berpesan agar ikan tersebut dihabiskan saja oleh mereka bertiga, untuk dia cukup disisakan kepalanya. Karena senangnya, ikan itu pun habis di makan oleh suami dan kedua anaknya. Melihat hal tersebut, ada kelegaan di hati sang istri.

Keesokan harinya, sang ayah dengan kedua anaknya kembali ke kolam di belakang rumah untuk memancing ikan, kali ini mereka kembali pulang membawa ikan yang besar dan lebih banyak dari hari kemarin. Sang istri pun tanpa kenal lelah dan mengeluh kembali membuatkan masakan ikan kesukaan suami dan anaknya, dengan kembali satu pesan, silahkan dihabiskan ikan itu, untuk saya cukup sisakan kepalanya. Suami dan anak-anaknya pun sangat senang dengan hal tersebut. Setelah mereka makan, sang ayah teringat kalau besok adalah hari ulang tahun istrinya. Ia pun berdiskusi dengan kedua anaknya dan mereka sepakat untuk memberikan kado yang istimewa untuk istri dan ibu mereka. Akhirnya suami dan anak ini pun sepakat untuk memberikan kado berupa kepala ikan kepada istrinya. Kepala ikan tersebut dibungkus rapi dan diberikan kepada istrinya. Sang istri yang mendapat kado istimewa tersebut pun terharu, ia kemudian membuka dan melihat isinya. Dan alangkah 'terkejutnya' sang istri setelah melihat isi bungkusan kado tersebut, namun ia tetap berusaha tersenyum dan menyembunyikan keterkejutannya di hadapan suami dan anak-anaknya. Melihat istrinya yang nampak tersenyum, sang suami pun merasa bahagia, ia merasa benar-benar telah mengerti dan membahagiakan istrinya di hari ulang tahunnya.

Tanpa diketahui oleh suami dan anaknya, dalam hatinya, sang istri merasa kecewa dengan kado kepala ikan tersebut. Hati kecilnya berkata bahwa ia pun sebenarnya tidak suka dengan kepala ikan, ia ingin daging ikan seperti yang sering di makan oleh suami dan kedua anaknya setiap kali mereka selesai memancing. Namun demi menyenangkan suami dan anaknya, ia pun rela untuk hanya disisakan kepala ikan. walau ia sendiri suka daging ikan. Dan celakanya lagi, karena suami dan anaknya benar-benar menyangka kalau istri dan ibu mereka hanya suka kepala ikan.

Nah, cerita ini memberikan pesan kepada kita, bahwa terkadang dalam rumah tangga suami atau istri hanya melihat yang nampak kasat mata saja tanpa berusaha untuk benar-benar memahami apa sebenarnya yang diinginkan oleh pasangan mereka sendiri. Suami atau istri terkadang hanya melihat dari luarnya saja dari apa yang dikatakan oleh pasangannya, padahal jauh di dalam hati mereka ada keinginan untuk dipahami dan dimengerti tanpa harus mereka ungkapkan secara lansung. Di sinilah pentingnya 'kepekaan' untuk saling mengerti dan memahami pasangan masing-masing.

Alhamdulillah It's Friday

 Yes! Jumat kembali tiba, berarti besok weekend lagi.

Begitulah kira - kira kalimat yang barusan saya dengar dari seorang teman kantor. Jumat memang hari yang selalu ditunggu - tunggu khususnya oleh para pegawai dan karyawan. Karena besoknya mereka bisa libur dan menikmati weekend bersama keluarga.

Hari Jumat memang terasa agak 'istimewa' dari hari - hari lainnya, dihampir semua kantor pemerintah dan bahkan swasta, hari Jumat biasanya ada kebiasaan olahraga pagi atau senam pagi, terus di hari Jumat juga ada istilah Jumat sehat, Jumat bersih, dan lain - lain aktivitas penunjang lainnya di Jumat pagi. Tentu ini suatu hal yang sangat positif dan perlu lebih ditingkatkan lagi. Kegiatan - kegiatan tersebut tujuannya tidak lain adalah meningkatkan kesehatan dan membudayakan hidup sehat.

Nah, bicara masalah kesehatan berarti tidak terlepas dari pola dan gaya hidup kita sendiri, bukan hanya masalah kebersihan tubuh, pakaian, makanan dan minuman, dll. Tetapi juga bagaimana kita melakukan dan menjalani itu semua dengan cara yang 'benar', dengan cara yang 'sehat'. Yang sering kita lalaikan adalah cara kita makan dan minum, karena ternyata ditinjau dari segi kesehatan, cara minum yang salah, yakni minum dengan berdiri memberikan danfak yang buruk bagi tubuh dan kesehatan pada umumnya. Dan minum berdiri ini yang sering kita lakukan sekarang, apa karena terburu - buru atau memang karena sudah menjadi kebiasaan sejak kecil.

Lalu apa danfak negatif dari kebiasaan minum berdiri? 
Secara medis, dalam tubuh kita terdapat penyaring Sfringer, saringan tersebut dapat terbuka ketika kita duduk dan tertutup ketika kita berdiri. Air yang kita minum belum tentu 100% bersih dan steril, bila kita minum sambil berdiri maka air tersebut tidak di saring oleh sfringer tadi karena tertutup. Air yang tidak tersaring oleh sfringer akan lansung masuk ke kantung kemih yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, seperti kristal ginjal. Jadi minumlah sambil duduk!. Bukankah Rasulullah juga melarang kita untuk minum sambil berdiri, ternyata sebabnya adalah karena masalah kesehatan ini.

Semoga bermanfaat!


Kamis, 12 Januari 2012

12 Januari

Kita baru saja melewati tahun 2011, ini adalah hari ke 12 di tahun 2012. Tahun baru biasanya ada semangat baru yang menggebu - gebu. Wajar dan memang seharusnya, tinggal sekarang sampai kapan semangat itu bisa terus bertahan dalam diri kita.

Tahun baru juga identik dengan banyaknya tujuan dan impian - impian baru, ya baru karena memang belum pernah tercapai :). Wajar dan harus selalu ada impian yang menantang karena impianlah yang membuat seseorang semangat. Masalahnya adalah, sudahkah impian itu disertai dengan tindakan? ya tindakan!, karena tindakanlah yang bisa membuat impian itu tercapai, impian yang tidak disertai dengan tindakan maka selamanya hanya akan menjadi impian. Kuncinya Action, Action dan Action!!!


Selasa, 13 Desember 2011

Pasangan Sempurna

Ada seorang anak muda sedang melewati seorang pertapa tua yang sedang berteduh di dekat kebunnya.
Anak muda mencoba mendekatinya dan menawarkannya segelas air minum, Pertapa Tua tersebut pun mengucapkan rasa terimakasihnya, dengan sebuah pertanyaan, anakku kenapa terlihat wajahmu penuh beban? Apakah ada pertanyaan sukar kau jawab, supaya aku dapat membantumu?.
Guru, aku sudah sekian lama mencari pasangan yang tepat untukku, tetapi aku tak pernah menemukannya... mohon Guru kesediaannya untuk mau memberikan nasihat kepada anak muda seperti saya. 

Anakku pasangan seperti apa yang kau cari?
Dia harus cantik, pintar membantu saya, dan juga pintar memasak.

Anakku sesungguhnya yang kau cari adalah baik adanya, tetapi itu hanyalah sebuah cangkang, yang hanya kau akan melihat hasil sebenarnya bila kamu sudah berhasil meretakkannya.
 
Anakku, lebih baik kamu berkaca kembali, apakah dia juga akan berlaku sama sepertimu.
Anakku bukankah engkau seorang petani, maka kamu coba menanam kembali semua benih yg ada, bukankah ada yang tumbuh besar? Bahkan ada sebaliknya yang hanya tumbuh ala kadarnya?
"Begitulah cinta yang kau berikan, takkan ada yang terlebih sempurna, bila kita memulainya dari diri sendiri terlebih dahulu".
Sang pertapa tua kembali menasehati "Berikanlah hatimu untuk belajar menerima apa adanya, maka kau akan menerima seseorang yang akan menerimamu juga apa adanya".

Sama seperti benih yang kau tanam akan berbuah manis pada waktunya.

Selasa, 27 September 2011

Tips Untuk Meningkatkan "Mood"

Butuh sedikit tambahan energi untuk membuat hari lebih berarti. Bukan dari zat-zat yang bikin adiksi, tetapi dari hal-hal kecil yang penuh arti. Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan sehari-hari dari Gretchen Rubin, penulis The Happiness Project. Tips yang ringan dan instan.

Keluar ruangan
Riset membuktikan bahwa sinar matahari bisa menstimulasi zat kimia dalam otak, yang bisa meningkatkan mood. Anda bisa mendapatkan efek baik dari sinar matahari tersebut di pagi hari, saat matahari mulai bersinar. Jangan sengaja berada di bawah sinar matahari di siang hari dalam waktu lama, apalagi tanpa proteksi tabir surya, berbahaya bagi kulit.

Berjalan kaki
Saat Anda sudah berada di luar ruangan, sekalian saja berjalan kaki setidaknya 10 menit dengan kecepatan sedang. "Aktivitas fisik bisa mendorong sirkulasi darah dalam tubuh Anda, meredakan ketegangan otot tubuh, sekaligus menurunkan stres.

Tersenyum
Tersenyum pun bisa membantu meningkatkan perasaan positif kita. Tak hanya perasaan yang memengaruhi tingkah laku kita. Tingkah laku pun bisa mempengaruhi perasaan. Tersenyum adalah salah satunya. Buat diri Anda tambah bahagia dalam seketika dengan tersenyum, bernyanyi, dan menaruh energi lebih pada suara Anda.

Musik
Mendengarkan musik favorit atau lantunan lagu-lagu yang menstimulasi tubuh bisa memberikan energi dan semangat lebih.

Cari teman yang energik

Anda pasti kenal satu atau dua teman yang, entah bagaimana caranya, selalu memiliki energi ekstra untuk beraktivitas. Cari tahu apa teman Anda itu punya waktu luang, lalu berbincanglah dengannya. Ada yang namanya "penularan emosi" yang bisa membantu Anda ketularan jadi lebih ceria. Ketimbang menularkan emosi negatif kepada orang-orang di sekitar Anda, tularkan diri Anda dengan "virus semangat" dari orang-orang yang punya energi positif.

Kerjakan yang terpenting
Punya banyak tugas yang belum terselesaikan? Jangan bingung, buat to-do list. Lalu, coret hal-hal yang sudah berhasil Anda selesaikan. Melihat begitu banyak tanda centang pada hal yang berhasil Anda kerjakan akan membuat Anda makin bersemangat menyelesaikan hal yang lain.

Bersihkan
Bagi kebanyakan orang, kerapian di luar memberikan ketenangan batin. Jika Anda mulai merasa banyak hal yang berantakan, coba bereskan, mulai dari lingkungan sekitar Anda.

Melompatlah!
Melompat beberapa kali ternyata bisa memberikan energi pada diri Anda. Anda akan merasa sedikit konyol, tetapi itulah yang membuatnya jadi seru.

Melakukan hal-hal baik untuk orang lain

Dengan melakukan hal baik untuk orang lain, Anda akan merasa lebih baik. Coba lakukan sesuatu yang menyenangkan orang lain. Entah itu dengan hal kecil, seperti berbagi barang yang berlebih dan tersimpan begitu saja di lemari, atau memberikan sedekah kepada yang memerlukan lewat badan yang sah.

Cari alasan untuk bersyukur
Ada begitu banyak hal dalam keseharian yang seharusnya Anda syukuri. Kemampuan Anda untuk membaca tulisan ini saja sudah sepantasnya disyukuri. Ada banyak orang yang tak memiliki kenyamanan seperti yang Anda miliki saat ini. Selain itu, bersyukur juga melemahkan perasaan amarah dan rasa kesal.

Minggu, 21 Agustus 2011

Perbedaan Hobi dengan Kecanduan

Sekilas, tidak terdapat perbedaan antara menekuni suatu hobi dengan bentuk bentuk kecanduan, seperti kecanduan modif mobil, kecanduan motor gede, kecanduan HP, kecanduan internet, dsb. yaitu sama sama memiliki minat yang lebih terhadap suatu benda atau aktifitas.

Yang membedakan keduanya, terletak pada intensitas minat dimana hobi secara relatif masih memiliki kendali atas subjek yang disukai, dibanding dengan bentuk bentuk kecanduan.

Pada kebanyakan profesional, hobi dijadikan sebagai sarana jeda atau pengalih perhatian setelah seharian atau beberapa hari serius bekerja sehingga memberi kesempatan pikiran beristirahat, untuk kemudian siap kembali menjadi pribadi yang lebih produktif.

Sementara bagi pecandu, subjek atau aktifitas tertentu dijadikan sebagai sarana menghindari sumber stres atau lari dari masalah, sehingga bukan tidak mungkin timbul ketergantungan yang sangat hebat seperti kecanduan judi, kecanduan seks, kecanduan pornografi, kecanduan facebook dsb.

Padahal resiko kecanduan terhadap subjek atau aktifitas tertentu justru lebih sulit dihilangkan, dibanding resiko saat kita terpapar dengan sumber stres itu sendiri karena manusia secara alamiah selalu menjauhi atau menghindari sumber stres dan mendekati sumber sumber kenyamanan.

Seseorang yang "jedanya" terlalu lama alias kecanduan, praktis pertumbuhan emosionalnya terhenti, karena biasanya enggan mencoba hal yang baru, padahal "tantangan" seringkali diperlukan seseorang untuk naik ke status sosial yang lebih tinggi.

Untuk itu, sebelum kita menjalankan aktifitas sehari hari seperti kuliah, berkeluarga, bekerja ataupun kehidupan sosial lainnya, pastikan diri kita telah terbebas dari hambatan pribadi seperti fobia sosial, peragu, insomnia dsb. sehingga penggunaan enerji emosional benar benar efisien dan terfokus.

Hal itu pula yang menyebabkan, mengapa seseorang yang menjadikan hobi sebagai pekerjaan, berpotensi mencapai performa terbaiknya karena seluruh dimensi waktu, tenaga, biaya dan pikiran benar benar tercurah pada subjek tanpa perlu merasa sedang bekerja, melainkan sedang bersenang senang.

Dan dengan cara berpikir yang sama, Andapun berpotensi meraih prestasi terbaik, jika menganggap pekerjaan Anda saat ini sebagai sarana rekreasi, bukan beban.